Tujuan Pidato, Metode, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Cara Menyampaikannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks pidato adalah tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum. Pidato merupakan keterampilan menyampaikan pesan di depan publik secara verbal dengan tujuan tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.

Jadi, teks pidato itu adalah tulisan yang berisi pikiran-pikiran seseorang untuk disampaikan di hadapan umum. Pidato dapat juga disebut dengan orasi.

Secara umum, pesan yang disampaikan saat berpidato dalam bentuk suatu imbauan dan ajakan. Pidato memiliki beberapa tujuan.

Berikut ini rangkuman tentang tujuan pidato, metode, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menyampaikannya, dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Selasa (26/10/2021).

Tujuan Pidato

Ilustrasi berpidato. (Photo by wavebreakmedia_micro @wavebreakmedia_micr on Freepik)
Ilustrasi berpidato. (Photo by wavebreakmedia_micro @wavebreakmedia_micr on Freepik)

Tujuan Pidato

  • Meyakinkan pendengar agar mau memercayai apa yang dikatakan.

  • Mendorong atau memberikan motivasi kepada pendengar agar para pendengar terbangkitkan semangat atau emosinya.

  • Memberitahukan sesuatu kepada khalayak ramai agar diketahui oleh pendengar.

  • Bertindak atau berbuat, misalnya berpidato tentang pendirian sebuah rumah ibadah sehingga pendengar bertindak untuk memberikan sedekah.

  • Menyenangkan atau menghibur sehingga pendengar merasan terhibur dan betah mendengarkan pidato.

Metode Pidato

Ilustrasi berpidato. /Unsplash
Ilustrasi berpidato. /Unsplash

Metode naskah

Metode naskah yaitu metode berpidato dengan cara membaca naskah teks pidato, contohnya pada pidato-pidato resmi seperti pidato kenegaraan.

Metode impromptu atau serta merta.

Metode impromptu ialah metode berpidato yang digunakan tanpa adanya persiapan.

Metode ekstemporan.

Metode ekstemporan adalah metode yang direncanakan dengan membuat catatan penting yang sekaligus menjadi urutan dalam menyampaikan pidato.

Metode menghafal

Metode menghafal adalah cara berpidato dengan menghafal kata demi kata, kalimat demi kalimat. Setelah hafal, disampaikannya di depan umum. Namun, metode ini bisa dibilang sulit dipraktikkan karena harus menghafal materi dan berisiko lupa terhadap apa yang sudah dihafalkan.

Struktur Teks Pidato

Ilustrasi berpidato. (Foto oleh The_MrDan dari Pexels)
Ilustrasi berpidato. (Foto oleh The_MrDan dari Pexels)

Bagian Pembuka

Bagian pembuka merupakan paragraf awal dalam teks pidato. Biasanya pembuka berupa kalimat sapaan, ungkapan puji syukur, dan ucapan terima kasih.

Bagian Isi

Bagian isi merupakan bagian yang paling penting karena di dalamnya berisi ungkapkan pokok-pokok permasalahan yang akan disampaikan kepada para audiens.

Bagian Penutup

Bagian penutup biasanya berisi imbauan, ajakan, saran, dan kesimpulan apa yang telah disampaikan sebelumnya, serta ucapan terima kasih dan permohonan maaf.

Kebahasaan Teks Pidato

Ilustrasi pidato. /Unsplash
Ilustrasi pidato. /Unsplash

Kebahasaan Teks Pidato

Menggunakan kosakata baku, yaitu kata yang sesuai dengan pedoman penggunaan bahasa Indonesia.

Menggunakan kata sapaan, kata-kata untuk menyapa para pendengar ketika seseorang sedang berpidato, seperti: Bapak, Ibu, Saudara, Teman-teman, dan siswa-siswa.

Menggunakan kalimat efektif, yaitu susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar.

Cara Menyampaikan Pidato

Ilustrasi berpidato. /Pexels
Ilustrasi berpidato. /Pexels

Langkah-langkah menyampaikan pidato:

1. Bacalah teks pidato yang telah Anda susun sampai paham isinya.

2. Untuk metode menghafal, hafalkan kalimat-demi kalimat. Kalau sudah hafal, berlatihlah di depan cermin dengan memperhatikan intonasi, gerak-gerik tubuh, dan mimik muka sesuai isi pidato yang disampaikan.

3. Untuk metode naskah, berlatihlah membacakan teks pidato di depan cermin dengan memperhatikan intonasi, gerak-gerik tubuh, dan mimik muka sesuai isi pidato yang disampaikan

4. Untuk metode ekstemporan, berlatihlah di depan cermin dengan mengacu pada secarik kertas yang berisi kerangka pidato. Perhatikan intonasi, gerak-gerik tubuh, dan mimik muka sesuai isi pidato yang disampaikan.

5. Kalau sudah berlatih dan sudah siap segalanya, sampaikan pidato Anda di depan dengan tenang.

Untuk dapat berpidato dengan baik, selain berlatih, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yakni:

1. Menguasai materi dengan baik.

2. Berpenampilan menarik dan sopan,

3. Berpidato dengan singkat, padat, dan jelas sehingga mudah dipahami oleh pendengar.

4. Menggunakan intonasi dan mimik wajah yang tepat. Misalnya menunjukkan empati bila tema tentang bencana.

5. Menggunakan gerak tubuh yang wajar. Misalnya tidak mondar-mandir yang membuat konsentrasi pendengar terganggu.

6. Hindari ketegangan, usahakan sesantai mungkin. Anda harus menenangkan diri sebelum mulai berpidato.

7. Menggunakan bahasa yang baik dan sopan.

8. Jangan terpaku dengan teks. Hal ini terutama untuk pidato dalam suasana tidak formal sehingga lebih menarik bagi pendengar.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel