Tujuan Teks Ceramah, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya

Bola.com, Jakarta - Teks ceramah adalah jenis teks yang dibaca dan digunakan ketika seseorang sedang melakukan ceramah di depan umum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian ceramah adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya.

Yap, jika memerhatikan isi teks ceramah biasanya berkenaan dengan informasi tentang beragam kehidupan baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, maupun kesehatan.

Isi teks ceramah tersebut dianggap sesuatu yang penting dan dapat memberikan wawasan serta ilmu pengetahuan bagi para pendengarnya.

Ceramah bisa dilakukan secara langsung maupun menggunakan sarana komunikasi, seperti televisi, radio, dan internet. Kemudian ceramah bisa dilakukan oleh siapa pun, dan biasanya, ada teks pendukung untuk itu.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui lebih dalam terkait teks ceramah, seperti tujuan, struktur hingga kaidah kebahasaannya.

Berikut ini rangkuman tentang tujuan teks ceramah, struktur dan kaidah kebahasaannya, seperti di lansir dari Repositori.kemdikbud.go.id, Senin (6/9/2021).

Tujuan Teks Ceramah

Ilustrasi./Copyright unsplash.com
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Teks ceramah biasanya memiliki pesan yang bertujuan untuk memberikan nasihat, petunjuk, atau petuah secara lisan. Khalayak yang mendengarkan pun bisa siapa saja.

Tetapi umumnya khalayak dari teks ceramah bersifat spesifik karena diumumkan di komunitas atau kelompok masyarakat tertentu.

Selain itu, dalam teks ceramah terdapat dua macam tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

1. Tujuan umum ceramah biasanya dirumuskan dalam tiga hal yaitu memberitahukan (informatif), memengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif).

- Ceramah informatif

Ceramah informatif ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Misalnya, ceramah tentang peranan para pelajar pada masa perang kemerdekaan, posisi Indonesia di kancah internasional.

- Ceramah persuasif

Ceramah persuasif ditujukan agar pendengar mempercayai, menyetujui, atau bahkan mengikuti ajakan pembicara. Misalnya, ceramah tentang caracara hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan.

- Ceramah rekreatif

Ceramah rekreatif ditujukan agar pendengar merasa terhibur. Oleh karena itu, ceramah ini banyak diwarnai oleh humor, anekdot, ataupun guyonanguyonan yang memancing tertawa pendengar.

2. Tujuan khusus ialah tujuan yang merupakan rincian dari tujuan umum. Tujuan umum lebih informasional, lebih jelas, dan terukur dalam pencapaiannya.

Struktur Teks Ceramah

Ilustrasi menulis (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)
Ilustrasi menulis (dok. Pixabay.comStockSnap/Putu Elmira)

Jika kalian pernah menyimak orang yang sedang berceramah, atau pernah melihat naskah ceramah, kalian dapat menganalisis dari apa yang disampaikan dari ceramah tersebut.

Ada beberapa hal yang dapat kalian temukan dari teks ceramah tersebut, yaitu bagian pembuka, isi dan penutup. Berikut ini penjelasannya:

  • Pendahuluan

Berupa pengenaan isu, masalah, ataupun pandangan pembicara tentang topik yang akan dibahasnya. Bagian ini sama dengan isi dalam teks eksposisi, yang disebut dengan isu.

  • Isi

Berupa argumen pembicara barkaitan dengan pendahuluan atau tesis. Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumen pembicara.

  • Penutup

Berupa penegasan kembali atas pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Ilustrasi menulis, puisi. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis, puisi. (Photo by rishi on Unsplash)

1. Menggunakan kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang keduajamak, sebagai sapaan.

Kata ganti orang pertama, yakni saya, aku. Mungkin juga menggunakan kata kami apabila penceramahnya mengatasnamakan kelompok.

Teks ceramah sering kali menggunakan kata sapaan yang ditujukan pada orang banyak, seperti hadirin, kalian, bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara.

2. Menggunakan kata-kata teknis ataupun peistilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas.

Dengan topik tentang masalah kebahasaan yang menjadi fokus pembahasannya istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah sarkastis, eufemistis, tata krama, kesantunanberbahasa, etika berbahasa.

3. Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab-akibat).

Kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi misalnya, jika... maka, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.

Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang yang menyatakan hubungan temporal ataupun perbandingan/ pertentangan, seperti sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.

4. Menggunakan kata kerja mental

Kata kerja mental seperti memprihatinkan, mengagumkan, menduga, dan lain-lain.

5. Menggunakan kata kerja persuasif

Kata-kata persuasif seperti hendaklah, sebaiknya, perlu, harus.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel