Tujuan Teks Eksplanasi, Pahami Fungsi dan Ciri-cirinya dalam Menulis Artikel

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tujuan teks eksplanasi kerap dipandang sebelah mata oleh para pembaca. Padahal tujuan teks eksplanasi inilah yang mengantarkan Anda untuk memahami isi teks eksplanasi dan seluruh bagian-bagian yang terdapat didalamnya. Akhirnya, semua teks yang tersedia dalam bacaan dianggap sebagai teks yang sama. Teks eksplanasi ini kerap ditemukan dalam bacaan sehari-hari terutama pada artikel yang Anda baca.

Sebelum memahami tujuan teks eksplanasi, Anda perlu mengetahui pengertian dari teks eksplanasi. Teks eksplanasi sendiri adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lain sebagainya.

Dengan adanya peristiwa alam maupun sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab dan akibat. Untuk itu, melalui teks eksplanasi setiap kejadian yang terjadi disekitar kita tidak hanya diamati dan dirasakan saja, namun juga digunakan sebagai pembelajaran.

Dalam teks eksplanasi mengandung fakta yang dirangkai secara berurutan dan hubungan sebab dan akibat. Maka, teks ini dapat digunakan untuk menguatkan suatu kebenaran yang ada. Melalui penjelasan yang terperinci dan secara logis tersebut dapat menggambarkan tahapan dalam suatu proses.

Secara menyeluruh teks ini memiliki tujuan teks eksplanasi, fungsi, hingga ciri-ciri yang dapat Anda pelajari secara detail dan mendalam. Berikut ini Liputan6.com rangkum mengenai tujuan teks eksplanasi, fungsi, hingga ciri-ciri dari berbagai sumber, Jumat (19/3/2021).

Tujuan Teks Eksplanasi dalam Menulis Artikel

Ilustrasi Menulis Teks Eksplanasi Credit: unsplash.com/Thought
Ilustrasi Menulis Teks Eksplanasi Credit: unsplash.com/Thought

Tujuan teks eksplanasi sendiri dapat disamakan dengan teks yang menceritakan prosedur atau proses terjadinya fenomena. Dengan teks tersebut, pembaca dapat memperoleh pemahaman mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara jelas dan logis. Teks eksplanasi menggunakan banyak fakta dan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki hubungan sebab dan akibat atau bersifat kausalitas. Namun, sebab dan akibat tersebut berupa sekumpulan fakta menurut penulisnya.

Dari teks semacam itu diharapkan para pembaca dapat memahami proses berlansungnya suatu peristiwa yang bersifat kausalitas dengan sejelas-jelasnya. Dalam teks eksplanasi, penulis menggunakan banyak fakta yang fungsinya sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu peristiwa tersebut. Bahkan, dapat dikatakan bahwa teks eksplanasi hampir semuanya berupa fakta.

Dalam menjelaskan teks eksplanasi penulis harus berfokus bukan pada subjek yang terlihat saja, tetapi juga pada suatu fenomena melainkan pada kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut.

Fungsi Teks Eksplanasi dalam Menulis Artikel

Ilustrasi Teks Eksplanasi Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Teks Eksplanasi Credit: pexels.com/Melanie

Banyak yang berpandangan bahwa tujuan teks eksplanasi memiliki makna yang sama dengan fungsinya. Namun hal itu berbanding terbalik, keduanya memiliki perbedaan yang harus pembaca ketahui. Berikut penjelasannya.

1. Menjelaskan pendekatan pemecahan masalah

Teks eksplanasi banyak ditemukan dalam sebuah penelitian, dimana penulisnya akan menggunakan berbagai informasi sebagai penjelas dalam sebuah masalah. Tidak hanya menjelaskan sebuah masalah, penulis juga akan menjelaskan pendekatan dari masalah yang diamati. Setiap peristiwa atau kejadian harus dilengkapi dengan fakta.

2. Menjelaskan alasan

Dari penjelasan diatas tentang tujuan teks ekplanasi masih berkesinambungan dengan fungsinya. Dalam kesempatan ini, teks ekplanasi digunakan pula sebagai penjelasan mengapa sesuatu terjadi atau menjelaskan hubungan sebab dan akibat.

3. Menjelaskan tindakan

Fungsi lain dari teks eksplanasi itu adalah teks ini dibuat untuk menjalaskan pula hasil dari tindakan yang dilakukan, yakni keberhasilan. Sehingga, teks eksplanasi dikenal sebagai teks yang menjelaskan peristiwa atau tindakan how to do.

Ciri- ciri Teks Eksplanasi

Ilustrasi Teks Eksplanasi Credit: pexels.com
Ilustrasi Teks Eksplanasi Credit: pexels.com

Seperti teks lainnya, teks eksplanasi memiliki karakteristik sendiri. Ciri-ciri inilah yang membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya. Berikut ciri-ciri teks eksplanasi:

1. Teks eksplanasi bertujuan memberikan informasi, pengertian, dan pengetahuan.

2. Teks eksplanasi bersifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana.

3. Teks eksplanasi disampaikan dengan gaya yang lugas dan menggunakan bahasa baku.

4. Teks eksplanasi umumnya disajikan dengan menggunakan susunan logis.

5. Teks eksplanasi biasanya memuat penunjuk keterangan waktu, penunjuk keterangan cara, konjungsi kronologis, dan kata tunjuk. contohnya adalah: antara lain, sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, atau sehingga. Sementara konjungsi kronologis contohnya adalah: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya.

6. Teks eksplanasi termasuk jenis teks non-fiksi yang di dalamnya terdapat data, fakta, serta opini yang logis.

7. Teks eksplanasi bersifat faktual di mana ia memuat seluruh informasi yang bersifat fakta dan ilmiah, dengan tanpa adanya tambahan opini dari penulis.

8. Jenis teks ini bersifat informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca dalam mempercayai hal-hal yang dibahas.

9. Struktur teksnya terdiri dari tiga jenis yaitu pernyataan umum, deretan penjelasan atau sebab dan akibat serta interpretasi.

10. Penjelasan di dalam teks ini menggunakan sequence markers, seperti pertama, kedua, keriga, dan lainnya.

Contoh Teks Eksplanasi

Ilustrasi Menulis Teks Eksplanasi Credit: unsplash.com/foto
Ilustrasi Menulis Teks Eksplanasi Credit: unsplash.com/foto

Memahami sebuah teks eksplanasi rasanya kurang lengkap tanpa adanya contoh yang konkrit. Berikut ini contoh dari teks eksplanasi yang bisa Anda pelajari lebih detail.

1. Penyebab Banjir karena Faktor Sosial

Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.