Tujuan Teks Eksposisi, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks eksposisi merupakan teks yang mengungkapkan ide, perasaan, dan pendapat seseorang. Teks eksposisi merupakan karangan yang berisi gagasan dan fakta.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksposisi merupakan suatu uraian atau paparan yang bertujuan untuk menjabarkan maksud serta tujuan.

Teks eksposisi kebanyakan berisi permasalahan serta rangkaian argumen dari penulis yang mendukung isu atau topik yang sedang dibahas.

Dalam teks eksposisi biasanya membahas tentang pendidikan, ekonomi, dan masih banyak lagi. Seperti jenis teks lainnya, teks eksposisi juga mempunyai ciri tersendiri, mulai tujuan, struktur hingga kaidah kebahasaannya.

Jadi, saat menulis atau menyusun teks eksposisi harus memperhatikan isi, struktur, dan kebahasaan teks eksposisi agar teks ini berbeda dengan teks lainnya.

Maka dari itu, penting mengetahui dan memahami tujuan, struktur dan kaidah kebahasaan dari teks eksposisi.

Berikut ini rangkuman tentang tujuan teks eksposisi, struktur dan kaidah kebahasaan, seperti dilansir dari laman repositori.kemdikbud.go.id, Senin (23/8/2021).

Tujuan Teks Eksposisi

Ilustrasi menulis, teks. (Image by Free-Photos from Pixabay)
Ilustrasi menulis, teks. (Image by Free-Photos from Pixabay)

Tujuan dari teks eksposisi ialah untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu pengetahuan pembaca. Dengan membaca teks eksposisi, pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara terperinci dari suatu masalah atau kejadian.

Tujuan lainnya adalah supaya karangan tersebut dapat membuat pembaca tertarik untuk terus membaca karangan tersebut.

Struktur Teks Eksposisi

Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo created by stories on Freepik)
Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo created by stories on Freepik)

Teks eksposisi mempunyai struktur sendiri, yaitu pernyataan umum/tesis, rangkaian argumen, dan penegasan umum/rekomendasi.

  • Tesis/Pernyataan Umum

Tesis atau pernyataan umum merupakan kalimat-kalimat yang memberikan gambaran umum tentang permasalahan yang akan diangkat di dalam teks itu.

  • Rangkaian Argumen

Pada bagian rangkaian argumen penulis atau pembicara akan mengemukakan sejumlah pendapat yang seringkali diperkuat dengan fakta-fakta.

  • Penegasan ulang/Rekomendasi

Bagian ini merupakan simpulan, dapat berupa penegasan ulang atau rekomendasi/saran atas argumen-argumen penulis atau pembicara yang telah dikemukakan sebelumnya. Mungkin juga pada bagian ini terkandung rekomendasi atau saran dari penulis.

Kebahasaan Teks Eksposisi

Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo by rishi on Unsplash)
Ilustrasi menulis, mengetik. (Photo by rishi on Unsplash)
  • Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan

Hal itu berkenaan dengan masalah utama (topik) yang dibahas. Seperti pada teks eksposisi berkaitan dengan biologi dapat ditemukan istilah: mikroorganisme, percikan mukosa, molekul, bakteri, virus.

  • Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan penyebaban

Hal tersebut untuk mengatakan sesuatu yang argumentatif (hubungan kausalitas). Misalnya: jika, maka, sebab, disebabkan, karena, dengan demikian, akibatnya, sehingga, oleh karena itu.

  • Menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal

Beberapa kata yang menyatakan hubungan temporal antara lain: sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya. Selain itu, ada juga kata yang menyatakan perbandingan/pertentangan seperti sementara itu, sedangkan berbeda halnya,namun, tetapi.

Kata-kata itu digunakan untuk menyampaikan urutan argumentasi/fakta atau penolakan/pertentangan terhadap argumenlainnya

  • Menggunakan kata-kata kerja mental

Kata-kata kerja mental yakni kata kerja yang menyatakan kegiatan abstrak, sebagai bentuk aktivitas pikiran. Kata-kata yang dimaksud ialah: memperhatikan, menggambarkan, mengetahui, memahami, berkeyakinan, berpikir, dan sebagainya.

Kata-kata tersebut digunakan dalam pernyataan-pernyataan yang mengungkapkan pendapat penulis terkait dengan masalah yang dibahasnya.

  • Menggunakan kata-kata perujukan

Beberapa kata-kata perujukan antara lain: menurut, berdasarkan..., merujuk...

  • Menggunakan kata-kata lugas

Teks eskposisi juga ditandai kata-kata yang pada umumnya menggunakan kata-kata lugas, yakni kata yang bermakna apa adanya. Kata-kata dalam teks eksposisi lazimnya tidak mengandung makna kias atau penambahan-penambahan arti dari makna dasarnya.

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel