Tujuan Teks Negosiasi, Ciri-Ciri, dan Tata Caranya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Teks negosiasi adalah teks yang isinya menggambarkan bentuk interaksi sosial, yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Teks negosiasi juga bisa disebut sebagai teks yang di dalamnya berisi proses untuk mencapai suatu perjanjian atau kesepakatan antara kedua belah pihak yang bernegosiasi.

Tak bisa dimungkiri, dalam kehidupan sehari-sehari, proses negosiasi merupakan hal yang umum dilakukan. Bahkan, setiap orang mungkin pernah melakukan kegiatan tawar menawar, terutama dalam hal jual beli.

Dalam bernegosiasi, kedua pihak mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati bersama. Hasil akhir dari negosiasi tersebut harus terdapat persetujuan dari semua pihak dengan kesepakatan bersama.

Jadi, teks negosiasi bisa juga disebut sebagai teks yang di dalamnya berisi proses untuk mencapai suatu perjanjian atau kesepakatan antara kedua belah pihak, untuk memenuhi kepuasan pihak yang bersangkutan dalam elemen tertentu, seperti kerja sama dan kompetisi.

Berikut ini rangkuman tentang tujuan teks negosiasi, ciri-ciri, dan tata caranya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Senin (1/11/2021).

Tujuan Teks Negosiasi dan Ciri-cirinya

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite

Tujuan Teks Negosiasi

Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, beberapa di antaranya untuk:

  • Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian, dan persetujuan.

  • Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.

  • Mencapai kondisi yang saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Teks negosiasi memiliki karakter atau ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis teks yang lain. Ciri-ciri teks negosiasi sebagai berikut:

  • Bertujuan menentukan solusi dan menjadi sarana penyelesaian masalah bersama.

  • Menghasilkan kesepakatan atau perjanjian.

  • Menghasilkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

  • Memprioritaskan atau menitikberatkan pada kepentingan bersama.

  • Memiliki tujuan praktis, yaitu sebagai media penghasil kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Tata Cara Negosiasi yang Baik

Ilustrasi menulis, mengetik. (Image by Free-Photos from Pixabay)
Ilustrasi menulis, mengetik. (Image by Free-Photos from Pixabay)

Tata Cara Negosiasi yang Baik

Dalam melakukan negosiasi ada beberapa proses yang harus dilalui, mulai dari pengajuan hingga persetujuan. Berikut adalah tata cara negosiasi yang baik.

  • Kedua belah pihak harus memposisikan diri secara sama.

  • Kedua belas pihak harus saling menghargai.

  • Kedua belah pihak harus mengutamakan untuk mencari solusi terbaik.

  • Kedua belah pihak harus mau melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

  • Kedua belah pihak tidak boleh mengedepankan egonya masing-masing.

Pengajuan dalam Teks Negosiasi

Pengajuan dalam teks negosiasi adalah bagian pertanyaan yang mengawali atau membuka sebuah peristiwa negosiasi. Contoh-contoh pengajuan dalam teks negosiasi:

1. "Anto, bagaimana rencana studi wisata ke Tanjung Bira, apakah semua temanmu setuju?"

2. "Ada kerudung yang terbuat dari kain sulam tidak, Mbak?"

3. "Bisakah saya mengajukan permohonan kredit UKM?"

4. "Bu, saya mau beli gitar ini, berapa harganya?"

5. "Pak, bolehkah saya mengikuti studi wisata di sekolah?"

Tata Cara Negosiasi yang Baik

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite

Penawaran dalam Teks Negosiasi

Penawaran dalam teks negosiasi adalah bagian yang memberikan respons terhadap bagian pengajuan dalam sebuah peristiwa negosiasi. Contoh-contoh penawaran dalam teks negosiasi:

1. "Saya sudah berbicara dengan teman-tema,n Bu, cuma ada usulan studi wisatanya ke Pantai Marina aja, Bu."

2. "Tidak ada, Dik, yang ada kerudung dari kain songket, sangat bagus dan harganya kompetitif, lho."

3. "Bapak bisa mengajukan kredit UKM, tetapi harus ada proposalnya yang lengkap ya."

4. "Itu gitar antik, Nak…harganya lima ratus ribu rupiah."

5. "Apa itu wajib, bagaimana kalau kita berwisata keluarga saja?"

Persetujuan dalam Teks Negosiasi

Persetujuan dalam teks negosiasi adalah bagian menyatakan kesepakatan para pihak (kesepakatan bersama) dalam peristiwa negosiasi. Contoh-contoh persetujuan dalam teks negosiasi:

1. "Boleh saja, asal didukung oleh mayoritas siwa dan diizinkan oleh kepala sekolah."

2. "Boleh Mbak, kerudung songket malah antik dan artistik, asal harganya tidak mahal."

3. "Ini proposalnya Mbak, lengkap dengan fotokopi lampirannya."

4. "Boleh Bu, untuk harga segitu rasanya tidak terlalu mahal."

5. "Ya sudah, kalau memang itu wajib, ya kamu harus mengikuti kegiatan studi wisata tersebut."

Sumber: Kemdikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel