Tujuan Wawancara Paling Utama, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Cara Melakukannya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan untuk memperoleh informasi atau pendapat. Kegiatan wawancara biasanya melibatkan dua pihak atau lebih. Ada tiga tujuan wawancara yang paling utama dan wajib dijadikan pegangan sebelum melakukannya.

Tujuan wawancara yang paling utama adalah memperoleh informasi secara langsung, memperoleh data yang benar, serta pelengkap penelitian dan penyelidikan. Bentuk wawancara ada banyak. Mulai dari wawancara untuk bahan berita, dilakukan melalui telepon, bersifat pribadi, mendesak, dan lain sebagainya.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan wawancara selain memahami tujuan wawancara adalah mempersiapkan pertanyaan dan menentukan narasumber. Kedua poin tersebut merupakan kunci keberhasilan wawancara yang dilakukan. Berikut Liputan6.com ulas tujuan wawancara, fungsi, jenis-jenis, dan cara melakukannya dari berbagai sumber, Sabtu (22/5/2021).

Tujuan Wawancara Paling Utama

Ilustrasi Wawancara. Credit: unsplash.com/Amy
Ilustrasi Wawancara. Credit: unsplash.com/Amy

Sesi wawancara bukan tanpa tujuan. Wawancara cukup familiar di dunia kerja dan penerimaan sekolah. Tujuan wawancara yang paling utama adalah untuk memperoleh informasi secara langsung. Tak lain, tujuan wawancara ini guna menjelaskan suatu hal atau situasi dan kondisi tertentu dengan jelas.

Tak hanya mencari informasi, tetapi tujuan wawancara adalah untuk memperoleh data agar dapat memengaruhi situasi atau orang tertentu. Data dari hasil wawancara biasanya akan dijadikan pertimbangan yang berkaitan dengan keperluan tujuan wawancara. Misalnya untuk penerimaan kerja, siswa, dan mahasiswa.

Untuk tujuan wawancara yang utama bagian ketiga adalah untuk melengkapi suatu penelitian atau penyelidikan ilmiah. Sesi wawancara adalah momen mengulik narasumber dan menanyakan banyak hal penting untuk keperluan tertentu. Bagi seorang jurnalis atau reporter, polisi, sampai detektif tujuan wawancara adalah memperoleh jalan melanjutkan penyelidikan atas informasi yang didapatkan.

Tujuan Wawancara Menurut Para Ahli

1. Lexy J. Moleong

Tujuan wawancara adalah pewawancara (yang mengajukan pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya).

2. Koentjaraningrat

Tujuan wawancara adalah untuk tugas tertentu, mencoba untuk memperoleh informasi dan secara lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi secara langsung.

3. Charles Stewart & W.B. Cash

Tujuan wawancara adalah proses komunikasi yang dipasangkan dengan maksud serius dan telah ditentukan untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya dan jawab.

4. Arikunto

Tujuan wawancara adalah bagian dari dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari narasumber.

5. Denzig

Tujuan wawancara adalah kegiatan dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka percakapan di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.

6. Sutrisno Hadi (1989: 192)

Tujuan wawancara adalah proses pembekalan verbal, di mana dua orang atau lebih untuk menangani secara fisik, orang bisa melihat mukayang orang lain dan mendengarkan suara telinganya sendiri, ternyata informasi langsung alat pemgumpulan pada beberapa jenis data sosial, baik yang tersembunyi (laten) maupun manifest.

7. Ankur Garg

Tujuan wawancara adalah untuk menjadi alat bila dilakukan oleh orang-orang yang mempekerjakan calon kandidat untuk posisi, jurnalis, atau orang-orang biasa yang mencari tahu mengenai kepribadian seseorang atau mencari informasi maupun data.

8. Sugiyono

Tujuan wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan bisa dilakukan dengan cara tatap muka atau secara langsung maupun dengan menggunakan jaringan telepon.

9. Esterberg

Tujuan wawancara adalah untuk bertukar informasi dan suatu ide dengan cara tanya jawab, sehingga dapat dikerucutkan menjadi sebuah kesimpulan atau makna dalam topik tertentu.

10. Sudjana

Tujuan wawancara adalah proses pengumpulan data atau informasi melalui tatap muka antara ditanya atau penjawab.

Mengenal Wawancara Lebih Jauh

Ilustrasi Wawancara. Credit: pexels.com/Edmond
Ilustrasi Wawancara. Credit: pexels.com/Edmond

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesa, wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi.

Blaxter menyatakan bahwa metode wawancara melibatkan pengajuan pertanyaan atau pembahasan hal-hal dengan orang-orang yang bersangkutan dengan penelitian. Metode ini dapat menjadi teknik yang bermanfaat dalam pengumpulan data yang mungkin tidak dapat diakses dengan menggunakan teknik-teknik observasi.

Unsur-unsur wawancara adalah sebagai berikut:

1. Pewawancara adalah orang yang mencari informasi dan berperan sebagai penanya.

2. Narasumber adalah orang yang diwawancarai atau informan. Narasumber atau informan berperan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.

3. Tema adalah perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan.

4. Waktu dan tempat adalah janji yang disepakati mengenai waktu dan tempat.

Fungsi dan Jenis-Jenis Wawancara

Ilustrasi wawancara. (Dok.Unsplash)
Ilustrasi wawancara. (Dok.Unsplash)

Fungsi Wawancara

1. Menghindari kesalahan informasi atau data yang simpang siur.

2. Informasi atau data dari hasil wawancara merupakan pelengkap informasi awal.

3. Memperoleh informasi secara komprehensif, akurat, jujur, dan mendalam.

4. Mendapatkan informasi dan data yang objektif serta berimbang.

5. Menggali kemungkinan adanya perspektif baru atas suatu masalah.

Jenis-Jenis Wawancara

1. Wawancara Serta Merta atau Fleksibel

Wawancara serta merta merupakan wawancara yang dilakukan dalam situasi yang alamiah. Tak heran bila kemudian prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tanpa pertanyaan panduan khusus. Jenis wawancara ini bersifat fleksibel dan peneliti atau pewawancara dapat mengikuti minat dan pemikiran partisipan.

Pewawancara dengan bebas menanyakan berbagai pertanyaan kepada partisipan dalam urutan manapun bergantung pada jawaban. Hal ini dapat ditindaklanjuti, tetapi peneliti juga mempunyai agenda sendiri yaitu tujuan penelitian yang dimiliki dalam pikirannya dan isu tertentu yang akan digali.

2. Wawancara dengan Petunjuk Umum

Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu. Beberapa keterbatasan pada wawancara jenis ini membuat data yang diperoleh tidak kaya.

Jadwal wawancara berisikan sejumlah pertanyaan yang telah direncanakan sebelumnya. Tiap partisipan ditanya pertanyaan yang sama dengan urutan yang sama pula. Jenis wawancara ini biasanya lebih menyerupai kuesioner survei tertulis.

Cara Melakukan Wawancara

1. Menentukan Topik

Sebelum melakukan wawancara, kamu harus menentukan topiknya. Misalnya kamu ingin melakukan wawancara dengan tema kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga, pemerintahan, hingga kedisiplinan. Penentuan topik wawancara menjadi dasar untuk menentukan narasumber yang nanti akan diwawancarai.

2. Menentukan Narasumber

Setelah topik wawancara ditentukan, barulah narasumber dipilih. Narasumber harus dipilih sosok yang benar-benar menguasai bidangnya. Dengan begitu, informasi yang diperoleh benar-benar informasi yang akurat dan diakui kebenarannya.

3. Menyusun Daftar Pertanyaan

Daftar pertanyaan disusun dengan tujuan agar wawancara dapat berjalan dengan lancar. Apabila wawancara dilakukan tanpa persiapan, apa yang seharusnya ditanyakan mungkin justru tidak ditanyakan saat wawancara berlangsung. Dengan demikian, informasi yang diperoleh pun juga tidak lengkap. Kamu bisa memulainya dengan rumus 5W+1H.

4. Melakukan Wawancara

Dalam melakukan wawancara, ada beberapa etika yang perlu kamu ketahui:

- Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan.

- Menggunakan bahasa yang santun.

- Menyampaikan pertanyaan secara sistematis dan urut.

- Fokus pada materi wawancara.

- Tidak menyudutkan narasumber dan tidak membuat tersinggung.

- Tidak memancing pertanyaan yang menjurus pada fitnah atau mengadu domba.

- Bersikap objektif dan simpatik.

5. Penulisan Laporan Wawancara

Terakhir kamu harus merangkum dan menyampaikan hasil wawancara dengan bahasa yang mudah dipahami. Hasil wawancara dituliskan dalam bentuk laporan yang biaany berbentuk narasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel