Tujuh Kecamatan Rawan Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Tangerang Siaga

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemkab Tangerang tengah bersiaga menghadapi puncak musim hujan pada akhir tahun dan awal 2023. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun telah memetakan tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebagai wilayah rawan bencana, terutama banjir.

"Paling rawan itu yang dialiri langsung oleh tiga sungai, misalkan di Pakuhaji dan Teluknaga, adalah muara Sungai Cisanda. Sementara Kresek, Gunung Kaler, Kronjo itu Sungai Cidurian. Kelapa Dua itu aliran dari Kali Sabi," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Selasa (1/11).

Ketujuh wilayah kecamatan rawan bencana banjir itu di antaranya Kecamatan Legok, Kelapa Dua, Pasarkemis, Teluknaga, Pakuhaji, Solear, Jayanti dan Kresek. Pada tujuh wilayah kecamatan itu, tinggi air pada musim hujan bisa melampaui satu meter.

Semua Pihak Diminta Bersiap

Wakil Bupati Tangerang Mad Romli menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Tangerang termasuk wilayah terancam bencana alam hidrometeorologi yang berpotensi terjadi pada puncak musim hujan pada akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023.

Dia meminta semua pihak, baik BPBD dan satuan samping seperti TNI/Polri, bersama-sama membantu masyarakat menangani serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Dari BPBD, TNI/Polri bersama-sama untuk melaksanakan apel dan simulasi kebencanaan yang kemungkinan besar terjadi di akhir tahun 2022 ini," ucap Mad Romli.

Dia menegaskan, wilayah Kabupaten Tangerang sendiri saat ini masuk dalam daerah terdampak dalam bencana hidrometeorologi. Semua pihak diharapkan sudah mulai bersiaga untuk mengantisipasi dampak terjadinya bencana.

"Informasi yang terakhir di wilayah Lippo itu sering terjadi banjir, kemudian di kecamatan Rajeg, Pasar Kemis, Tigaraksa, dan Pakuhaji telah dilakukan pemetaan untuk antisipasi bila terjadi bencana," kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang itu. [yan]