Tujuh Kejanggalan Pelecehan Brigadir J ke Putri Candrawathi Versi LPSK

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendapati tujuh kejanggalan pelecehan yang dilakukan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Setidaknya, itu yang didapati LPSK setelah melakukan assessment Putri Candrawathi dan saksi lainnya.

"Kalau keganjilannya, kejanggalannya, karena ada tujuh, tapi yang ketujuh saya enggak mau sebutkan dulu karena belum dibuka oleh penyidik. Nanti kalau sudah dibuka oleh penyidik saya tambahkan. Ada tujuh kejanggalan atas dugaan peristiwa asusila atau pelecehan seksual di Magelang. Tapi saya hanya bisa sebutkan enam," tutut Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kepada wartawan, Senin (5/9).

Pertama, kata Edwin, kecil kemungkinan peristiwa kesusilaan terjadi antara Brigadir J dan istri Ferdy Sambo,Putri Candrawathi lantaran masih ada Kuat Ma'ruf dan Susi di sekitar mereka.

"Kan waktu peristiwa itu, yang diduga ada perbuatan asusila itu itu kan masih ada Kuat Ma'ruf dan Susi, yang tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa, kalau pun terjadi peristiwa kan si Ibu PC masih bisa teriak," jelas dia.

Kemudian kedua, tidak terpenuhinya konteks relasi kuasa Brigadir J terhadap Putri Candrawathi yang dapat menyebabkan tindak kesusilaan itu terjadi.

"Dalam konteks relasi kuasa, relasi kuasa tidak terpenuhi karena J adalah anak buah dari FS. PC adalah istri jenderal. Ini dua hal yang biasanya terpenuhi dalam kasus kekerasan seksual, pertama relasi kuasa, kedua pelaku memastikan tidak ada saksi," ujarnya.

Ketiga, ada momen Putri Candrawathi masih bertanya kepada tersangka Bripka Ricky Rizal RR tentang keberadaan Brigadir J.

"Ketika itu di mana Joshua, jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual tapi korban masih tanya di mana Joshua," kata Edwin.

Selanjutnya keempat, Brigadir J juga sempat diminta menemui Putri Candrawathi di kamar kediaman Ferdy Sambo daerah Magelang, Jawa Tengah.

"Joshua dihadapkan ke Ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang, itu di kamar, dan itu kan juga aneh seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya apalagi misalnya pemerkosaan atau pencabulan," tuturnya.

Adapun kelima, Brigadir J masih berada dalam satu rumah yang sama dengan Putri Candrawathi selama berada di Magelang, bahkan hingga Jakarta.

"Joshua sejak tanggal 7 sampai tanggal 8 sejak dari Magelang sampai Jakarta masih satu rumah dengan PC. Ya kan? Korban yang punya lebih kuasa masih bisa tinggal satu rumah dengan terduga pelaku. Ini juga ganjil, janggal," jelas Edwin.

Terakhir yang keenam, sambungnya, Brigadir J pun masih menyertai Putri Candrawathi ke rumah Ferdy Sambo di Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, usai dari Magelang.

"(Brigadir J) J masih dibawa oleh (istri Ferdy Sambo) Ibu PC ke rumah Saguling. Kan dari Magelang ke rumah Saguling. Iya (PCR)," ujarnya.

"Itu kan sudah nampak di rekontruksi iya kan gitu loh. Kalau pertanyaan mau diperdalam lebih jauh apa yang menyebabkan FS menjadi marah atau emosi. Gitu," kata Edwin.

Reporter: Nanda Perdana/Liputan6.com [rhm]