Tujuh Legislator Tersangka Korupsi Diperiksa di Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak tujuh legislator penghuni gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek PON XVIII 2012 bakal di periksa di Pekanbaru.

"Yang diperiksa di Jakarta itu kemungkinan bisa berkas dan bukti-buktinya saja kemudian saksi-saksi. Sementara tersangkanya kemungkinan diperiksa di Pekanbaru," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, di Pekanbaru, Senin.

Tujuh legislator yang terakhir ditetapkan sebagai tersangka itu diantaranya Abu Bakar Sidik, Zulfanheri, Tengku Muhaza, Adrian Ali, Torechan Asyari, Syarif Hidayat, dan Roem Zen.

Johan mengatakan, sejauh ini kasus dugaan suap atas revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait Arena Menembak dan Stadion Utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 Riau masih terus bergulir.

"Berlahan akan dituntaskan kasus ini," katanya.

Johan mengatakan, kekurangan jumlah penyidik tak menyurutkan langkah KPK dalam mengembangkan sejumlah penyidikan terkait kasus yang ditangani termasuk kasus dugaan suap PON Riau.

Pada Januari ini, kata dia, KPK berupaya memaksimalkan penyidikan dan pengembangan kasus PON.

Pada kasus suap PON Riau, KPK sudah menetapkan sepuluh 10 tersangka. Diantaranya, staf Gubernur Riau Lukman Abbas yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dispora Riau Eka Dharma Putri, dan pegawai PT Pembangunan Perumahan (PP) Rahmat Syaputra.

Selain itu, anggota DPRD Riau Muhammad Dunir, Muhammad Faisal Aswan, Taufan Andoso Yakin, Adrian Ali, Abu Bakar Siddiq, Tengku Muhazza, Zulfan Heri, Syarif Hidayat, Muhamad Rum Zein, dan Ruhman Assyari.

Sebagian dari mereka sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Riau. Dalam persidangan terungkap kalau Gubernur Riau Rusli Zainal mengetahui penyuapan ke anggota DPRD tersebut.

Sejumlah saksi di persidangan menyebutkan, Rusli memerintahkan Kadispora Riau pada saat itu Lukman Abbas untuk mengontak para penggarap proyek guna menyiapkan uang pelicin bagi DPRD.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.