Tujuh Pejabat Dinas Pendidikan Sulsel Ditahan

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menahan tujuh pejabat dan staf Dinas Pendidikan Sulsewesi Selatan (Sulsel), Selasa (27/9).

Mereka ditahan usai diperiksa sebagai tersangka dugaan kasus korupsi senilai Rp 1,6 miliar untuk pengadaan TV Edukasi di Diknas Sulsel. Para tersangka dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Makassar.

Ketujuh tersangka termasuk dalam panitia pengadaan barang proyek tersebut yakni Suherman Suardy, Sitti Nurbaena, Syafruddin Mappagiling, Hermin Padaunan, Harkas, Imran Hasbie, dan  Sylvia Maria Runturambi.

Sedangkan satu tersangka lainnya Elvis Rizal selaku Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan mantan Kepala UPTD Teknologi Komunikasi Diknas Sulsel)
belum ditahan karena berada di Jakarta.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar, Muhammad Syahran Rauf, mengatakan, penahanan ketujuh tersangka ini untuk kepentingan penuntutan.

"Sesuai pendapat jaksa penuntut umum (JPU) dan keputusan pimpinan, maka para tersangka ditahan di rutan terhitung hari ini (kemarin) hingga 20 hari ke depan untuk proses penuntutan," kata Syahran.

Para tersangka yang masih mengenakan pakaian dinas pegawai negeri sipil (PNS) kemudian digiring ke mobil tahanan kejaksaan untuk dibawa ke Rutan Makassar, Jl Sultan Alauddin.
Kuasa hukum para tersangka, Fanny Anggraini,  yang mendampingi saat pemeriksaan mengatakan penahanan kliennya tidak sah sebab dugaan mark up pada proyek tersebut perhitungannya tidak valid.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.