Tujuh Pria Afghanistan Dihukum Cambuk Atas Perintah Mahkamah Agung Taliban

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Otoritas Taliban mencambuk tujuh pria pada Rabu karena menjual dan mengonsumsi alkohol, kata seorang pejabat. Ini merupakan hukuman pertama yang dilakukan pengadilan Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan.

Hukuman cambuk ini menjadi pengingat atas hukuman keras yang diberlakukan Taliban selama pemerintahan mereka antara 1996-2001.

Tujuh pria itu telah mengaku melakukan kejahatan yang dituduhkan dan masing-masing dijatuhi hukuman 35 kali cambukan, seperti disampaikan Mahkamah Agung dalam pernyataannya.

"Hukuman itu dilaksanakan hari ini di ibu kota," kata pejabat Mahkamah Agung, Abdul Basir kepada AFP, dikutip dari Al Arabiya.

"Ini pertama kalinya pengadilan menerbitkan perintah semacam itu berdasarkan hukum syariah sejak Emirat Islam terbentuk di Afghanistan," lanjutnya.

Pejuang Taliban telah dilaporkan melakukan hukum cambuk tanpa perintah pengadilan sejak kelompok itu berkuasa, menurut sejumlah unggahan media sosial yang tidak bisa diverifikasi secara sepihak.

Menurut pernyataan pengadilan, ketujuh pria itu didakwa dalam kasus terpisah untuk pelanggaran seperti menjual dan mengonsumsi alkohol, serta mencuri mobil.

Lima orang juga dijatuhi hukuman enam bulan penjara.

Saat rezim Taliban berkuasa pada 1996-2001, mereka terkenal karena interpretasi hukum syariah mereka yang sangat ketat, di mana pelaku kejahatan yang dianggap remeh mendapat hukuman cambuk dan eksekusi di depan umum.

Selain cambuk, Taliban juga memberlakukan hukuman potong tangan dan kaki pencuri, dan merajam perempuan yang dituduh berbuat zina.

Saat mereka kembali berkuasa tahun lalu, Taliban berjanji menanggalkan aturan keras mereka sebelumnya, tapi tetap berlandaskan pada hukum syariah. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel