Tujuh Tentara Mali Tewas Akibat Ranjau Bom dan Serangan Kelompok Bersenjata

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bamako - Tujuh tentara Mali tewas dalam serangan yang berbeda pada hari Sabtu, kata tentara, karena kekerasan terbaru di negara bagian Sahel yang sedang dilanda konflik.

Dilansir dari laman France24, Minggu (31/10/2021), lima dari tujuh tentara Mali tewas dalam patroli ketika ketika truk mereka menabrak bom jalan di dekat kota Segou, Mali tengah, sekitar 200 kilometer (124 mil) timur laut ibu kota Ba mako, kata militer.

“Pembersihan di daerah tempat insiden tersebut mengarahkan pada penangkapan dua tersangka yang segera diserahkan ke gendarmerie," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya pada hari Sabtu, dua tentara juga tewas dan tiga terluka dalam serangan terpisah di dekat desa Mourdiah, sekitar 200 kilometer (124 mil) utara Bamako, menurut tentara.

Ia menambahkan bahwa jumlah korban tewas itu sementara.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mali Tengah Menjadi Pusat Konflik

Ilustrasi bendera Mali (pixabay)
Ilustrasi bendera Mali (pixabay)

Mali telah berjuang untuk menahan pemberontakan Islam yang pertama kali meletus di utara pada 2012, dan yang telah merenggut ribuan nyawa militer dan sipil.

Meskipun kehadiran ribuan tentara Prancis dan PBB, konflik telah melanda Mali tengah dan menyebar ke negara tetangga, Burkina Faso dan Niger.

Mali Tengah telah menjadi salah satu pusat konflik di seluruh Sahel, di mana pembunuhan etnis dan serangan terhadap pasukan pemerintah sering terjadi.

Meletakkan bom rakitan pinggir jalan adalah taktik umum kelompok teroris di wilayah tersebut.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel