Tujuh Tersangka Pemakai Ekstasi Diamankan

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengamankan tujuh orang tersangka pemakai pil ekstasi dalam razia gabungan dengan Badan Narkotika Kota Tanjungpinang di sebuah tempat hiburan malam setempat.

Selain mengamankan tujuh orang pengguna, pihak Satnarkoba dan Badan Narkotika Kota (BNK) Tanjungpinang juga menyita tiga butir pil ekstasi sebagai barang bukti.

"Hasil tes urine sementara, ketujuh orang yang telah kami tetapkan sebagai tersangka itu positif menggunakan narkoba jenis ekstasi," kata Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Harry Andreas usai menggelar razia yang berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu dini hari.

Harry mengatakan, tujuh orang tersangka itu adalah Jn, Cl, Wd, In, Aa, Al dan Jf. Saat penangkapan para tersangka itu sedang asik menikmati alunan "house music", satu dari empat tempat hiburan karaoke yang dirazia polisi dan BNK Tanjungpinang.

"Sebelum penangkapan, para tersangka bersama-sama telah menggunakan sebanyak dua butir pil ekstasi, tiga butir ekstasi sebagai barang bukti yang kami sita ditemukan disela-sela sofa ruangan karaoke usai disembunyikan tersangka," ujar Andreas.

Menurut dia, dari pengakuan tersangka, ekstasi itu dibeli dari seseorang di parkiran tempat karaoke yang saat ini menjadi buruan polisi.

"Yang membeli tersangka Jf dari seseorang itu untuk dipakai bersama enam orang lainnya," ujar Andreas.

Harry menambahkan, tes urine lanjutan akan dilaksanakan di rumah sakit daerah setempat untuk keabsahan, karena hasil tes sementara dari BNK Tanjungpinang itu tidak bisa dijadikan alat bukti.

"Tes dari BNK itu hanya tes awal dan tidak bisa menjadi alat bukti, untuk keabsahannya akan dilakukan tes urine lanjutan di rumah sakit Tanjungpinang," ujarnya.

Tertutup


Razia yang dilakukan Satnarkoba dan BNK Tanjungpinang ditempat hiburan itu terkesan tertutup untuk awak media, sejumlah wartawan yang mencoba mencari tahu dan mengikuti razia disalah satu tempat hiburan Minggu dini hari, sempat dibentak Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Harry Andreas.

"Kalian mau ngapain, kenapa tidak minta izin sama saya. Mentang-mentang sering bercanda kalian tidak mintak izin," bentak Harry kepada wartawan sambil melayangkan map yang dipegangnya kearah salah satu stringer stasiun televisi swasta nasional.

Beberapa jam sebelum razia berlangsung, wartawan sempat mengirimkan pesan "blackberry messenger/bbm" kepada Harry mempertanyakan ada tidaknya razia itu untuk kepentingan peliputan, namun tidak dibalas.

Ruangan karaoke yang digeledah juga dipilih-pilih dan awak media tidak diperkenankan masuk.

"Ini bukan razia identitas kependudukan, ruangan yang kami periksa adalah ruangan yang dicurigai, ditandai adanya `house music`," kata Harry. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.