Tukang Bakso Keliling Menjelma Jadi Prajurit TNI, Kok Bisa?

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nasib seseorang tidak akan bisa berubah jika tanpa ada kerja keras dan perjuangan pantang menyerah. Hal ini lah yang rupanya dimiliki oleh Sudirman, seorang tukang bakso keliling yang sekarang menjadi Bintara TNI Angkatan Darat.

Lewat pantauan VIVA Militer dari akun Youtube resmi Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav), muncul sosok Sersan Dua (Serda) Kav Sudirman yang sangat inspiratif. Sederet kisah perjuangan menggapai cita-cita, diceritakan langsung oleh mantan tukang bakso keliling.

Mimpi Sudirman untuk menjadi seorang prajurit TNI dimulai dari kedatangan sejumlah personel dari Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya, ke kampung halamannya yang tengah dilanda konflik. Sayangnya, Sudirman tidak menceritakan perihal di mana kampung halamannya itu.

Namun demikian, kedatangan sejumlah personel Kodam II/Sriwijaya membuka mata Sudirman tentang sepak terjang prajurit TNI dalam penyelesaian konflik. Oleh sebab itu, pada akhirnya muncul keinginan dalam hati Sudirman untuk menjadi anggota TNI.

"Awal mula saya mengetahui tentang informasi menjadi seorang TNI, awalnya terjadi konflik di daerah saya. Pada saat itu, anggota TNI yang berasal dari Kodam II/Sriwijaya, datang untuk menengahi konflik di daerah kami," ujar Sudirman.

"Bagaimana caranya saya menjadi seorang TNI, karena saya lihat seorang TNI gagah dan pemberani," katanya.

Pria yang saat ini berdinas di Komando Distrik Militer (Kodim) 0430/Banyuasin, mengaku pernah beberapa kali mendaftar untuk menjadi anggota TNI. Sayangnya, hanya kegagalan yang Sudirman dapatkan.

Akan tetapi, semangat pantang menyerah yang dimiliki Sudirman membuatnya tetap bersikeras untuk kembali mendaftar hingga di batas usia akhir. Perjuangan Sudirman pula yang akhirnya membawanya lulus dari Sekolah Calon Bintara Resimen Induk Komando Daerah Militer II/Sriwijaya (Secaba Rindam II/Sriwijaya) pada 2007 silam.

"Kalau menyerah sih tidak, tapi itu malah menambah motivasi saya. Karena saya berprinsip, orang lain saja bisa kenapa saya tidak. Sehingga di umur yang terakhir pada tahun 2007, Alhamdulillah saya diberi kelulusan oleh Allah SWT," ucap Sudirman.