Tukang Jamu Langganan Mayat Sekeluarga di Kalideres: Terakhir Ketemu Pucat Sekali

Merdeka.com - Merdeka.com - Peristiwa penemuan mayat sekeluarga di Kalideres masih menjadi misteri. Empat korban yang masih satu keluarga itu ditemukan tewas membusuk di kediamannya, Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Adalah R, seorang perempuan yang sehari-hari berjualan jamu di sekitar komplek mengaku kenal dengan salah satu korban Kalideres. Yakni, korban Dian.

R mengungkap, korban Dian kerap memesan jamu kepadanya. Namun, sudah berhenti sejak Pandemi Covid-19.

Sepengetahuan R, penghuni rumah tersebut ada tiga orang, yakni Dian dan orang tuanya.

"Mungkin, waktu Corona, dia enggak pernah keluar-keluar lagi (pesan jamu)," kata dia kepada wartawan, Selasa (15/11).

R menggambarkan Dian memiliki perawakan tinggi dan gemuk, wajahnya cantik. Kondisi tubuhnya pun sehat.

"Sehatlah, cantik tinggi, bu Dian juga masih gemuk. Usia kira-kira 41 tahun," ucap dia.

R menerangkan, bertemu terakhir kali dengan Dian dengan orangtuanya Rudyanto Gunawan dua bulan lalu.

Dian jalan kaki sambil menenteng kresek hitam. Posisinya Dian di depan diikuti bapaknya di belakang. Tak seperti biasanya, Dian tidak bertegur-sapa.

"Terus tukang bubur ini nanya ke saya, 'Itu Dian kan mba' 'Iya kata saya' 'Kok diam saja ya?' Iya. Biasanya kan dia negor 'Mbaaa' gitu," ujar dia.

Dia turut menyoroti, perilaku Dian. Menurutnya, awal-awal dikenal sangat ramah.

"Iya tidak sombong. Iya (ditegur) gitu," ujar dia.

R menerangkan, kondisi fisik berubah dratis. Tampak, wajahnya pucat.

"Iya beda banget. Seperti orang lagi sakit. Orang yang tadinya badannya gemuk gede tinggi, putih, cantik, badannya sampai kecil banget turun," ujar dia.

R mengatakan, penampilan juga berbeda. Tak ada lagi perhiasan yang menempel di tubuh. Apalagi, sewaktu terakhir bertemu mereka jalan kaki.

"Biasanya dia keluar itu enggak pernah jalan. Dia selalu bawa mobil atau enggak motor. Dan baru kali itu lihat dia jalan," ujar dia.

R mengatakan, meninggalnya satu keluarga diketahui dari rekanya sesama pedagang. Saat itu, pedagang rokok bertanya penghuni rumah yang tinggal di Blok AC5 No 7. R kemudian teringat dengan sosok Dian.

"Lah itu mah langganan saya. Saya kenal dia itu ya di sini doang. Karena dia langganan ya kenalnya di sini. Saya juga tidak nyangka dia meninggal itu," ujar dia.

Dia mengatakan, kejadian itu pun membuatnya takut hingga memutuskan menghapus kontak korban Kalideres di ponselnya.

"Pas lihat berita itu saya kaget. ini mah rumah bu dian. Langsung saya hapus nomornya. Saya takut. Takut dipesenin jamu," ujar dia.

R meragukan penyebab kematian korban gegara kelaparan. Bukan apa-apa, yang dia tahu itu korban secara ekonomi terbilang baik.

"Itu katanya orang meninggal karena laper, saya juga enggak percaya, wong dia dulu mobil punya motor punya, si Dian juga pakai gelang, orang kaya lah. makanya saya kaget. Engga percaya (kelaparan). Tapi pas diperiksa dokter tidak ditemukan asupan makanan," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]