Tukang Masak di Pengungsian Merapi Harus Rapid Tes

Agus Rahmat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan penanganan pos pengungsian Gunung Merapi di Jawa Tengah, dilakukan dengan hati-hati. Salah satunya adalah dengan melakukan rapid test bagi relawan dan ibu-ibu warga setempat, yang bertugas memasak untuk para pengungsi.

“Di Magelang, di pos pengungsian Banyurojo itu relawan dan ibu-ibu sebelum masuk dapur harus di rapid,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Syafrudin, Selasa, 24 November 2020.

Menurut dia, ibu-ibu yang bertugas memasak di dapur umum itu merupakan warga kampung setempat. Mereka bertugas memasak untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi Merapi, yang tinggal di pos pengungsian akhir di Magelang.

Baca juga: Penggagas PA 212 Minta Ulama dan Aparat Waspadai Upaya Adu Domba

“Di tempat pengungsian memang ada SOP, siapa saja yang boleh masuk, apa syaratnya masuk. Relawan untuk dapur umum yang notabene orang lokal seperti ibu-ibu harus mengikuti rapid tes dulu sebelum membantu memasak,” jelasnya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 di tempat pengungsian. Tak hanya itu, sejumlah pos pengungsian di Magelang itu juga menerapkan protokol kesehatan yang salah satunya menjaga jarak. Adanya prosedur kesehatan seperti itu, menyebabkan jumlah tempat pengungsian ditambah untuk menghindari terjadi kerumunan.

“Yang paling menjadi masalah adalah bagaimana masyarakat bisa menjaga jarak, social distancing, dan menerapkan protokol kesehatan. Solusinya adalah adalah membuka tempat pengungsian baru. Tadinya satu titik tempat pengungsian bisa menampung katakanlah 500 orang sekarang jadi cuma 50 persennya saja, jadi harus ada tambahan tempat pengungsian,” jelasnya.