Tukang Pikul Air di Lereng Gunung Jadi Jenderal Bintang Empat TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sederhana dan murah senyum, tegas lagi cerdas. Mungkin itu lah gambaran sosok seorang Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna, pria Sunda yang pernah menduduki posisi Kepala Staf Tentara Nasional Angkatan Udara (KSAU). Siapa sangka, Yuyu hidup sangat pas-pasan dan bahkan pernah menjadi tukang pikul air saat usianya masih remaja.

Yuyu lahir di Kecamatan Cicalengka, Bandung, 10 Juni 1962, dari keluarga yang sangat sederhana. Diceritakan Yuyu, ayahnya adalah seorang montir yang memiliki bengkel kecil di kampung halamannya. Sebagian besar masa remajanya dihabiskan Yuyu di tempat tinggalnya yang berada di lereng gunung.

Oleh sebab itu, Yuyu harus menuruni lereng ke lembah hanya untuk mengambil air. Dikatakan Yuyu, air yang diambilnya di lembah itu digunakan untuk minum dan ia harus naik turun lereng gunung membawa pikulan setiap hari. Meskipun berat, Yuyu menjalaninya dengan senang hati.

"Saya tinggal di lereng gunung, namanya di lereng gunung itu kan susah air yang bagian atas. Sehingga, kita harus mencari air jauh ke bawah. Di bawah lembah itu ada mata air, ada pohon beringin di situ dan kita harus mengambil air di situ. Pada saat itu belum ada pompa-pompa yang bisa tarik (air) ke atas," ujar Yuyu.

Sebagai anak muda yang tinggal di desa, Yuyu terkadang menyelingi rutinitasnya memikul air dengan memancing belut di sawah-sawah. Menurutnya, belut yang ditangkap di sawah yang dilintasi menuju mata air, bisa menjadi menu makanan tambahan di rumah.

"Kalau saya masih ada waktu, biasanya saya sebelum mengambil air mencari belut. Itu untuk menu tambahan," kata Yuyu.

Siapa sangka, di kemudian hari pemuda desa itu menjelma menjadi seorang pilot pesawat tempur di kesatuan TNI Angkatan Udara. Yuyu masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada 1986 dan memulai kariernya sebagai penerbang pesawat tempur F-5 Tiger.

Posisi pertama yang diduduki Yuyu adalah menjadi Komandan Skadron Udara 14 Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun, di bawah kendali Wing Udara 3 Tempur. Sebagai penerbang, Yuyu memiliki total 4.250 jam terbang. Tak main-main, ia pernah menerbangkan sejumlah pesawat. Mulai dari Cesna, Baravo Charlie, FMK53, F-5 Tiger, dan mencapai 2.000 jam menerbangkan F-5 Tiger II.

Karier Yuyu semakin mengkilap setelah didapuk menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, pada 27 Oktober 2017. Setelah itu pada 17 Januari 2018, Yuyu akhirnya resmi ditunjuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara ke-22, menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto.