Tulang Belulang Berbalut Celana Ditemukan di Pinggiran Sungai Ogan Ilir

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Palembang - Seorang anak kecil di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi orang yang pertama kali melihat tulang belulang manusia yang tergeletak di pinggiran Sungai Ogan.

Tulang belulang yang masih berbalut celana tersebut, sempat membuat geger warga di Desa Sri Menanti Ogan Ilir.

Pasalnya, penemuan tulang manusia tersebut dikaitkan dengan hilangnya Ahmad Zaki Zikri (17), salah satu santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir sejak tiga bulan lalu.

Pengurus Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya Bidang Peribadatan dan Pengasuhan Zuhaironi (45) menuturkan, penemuan tulang belulang manusia tersebut ditemukan pertama kali oleh anak kecil, yang sedang berjalan di pinggiran Sungai Ogan bersama ayahnya.

“Anak kecil tersebut melihat tulang belulang itu pada hari Senin (1/2/2021) kemarin. Dia sempat memberitahukan ke ayahnya, namun tidak dihiraukan,” ucapnya, Rabu (3/2/2021).

Di malam harinya, ayah anak kecil tersebut langsung teringat dengan cerita anaknya, yang melihat tulang belulang tersebut.

Serta terpikir jika tulang belulang tersebut kemungkinan jasad santri yang tenggelam dan hilang di hari Sabtu (30/10/2020) lalu.

"Pada hari Selasa (2/2/2021), ayah anak kecil tadi kembali mendatangi lokasi penemuan tulang yang dilihat sang anak. Tulang ditemukan masih terbungkus di dalam celana,” katanya.

Penemuan tersebut akhirnya diinfokan ke warga sekitar. Para warga di Kabupaten Ogan Ilir tersebut, langsung mengevakuasi tulang belulang tersebut ke puskesmas terdekat.

Evakuasi ke Puskesmas

Gambar tak bertanggal memperlihatkan tulang belulang anak-anak yang ditemukan para arkeolog di Pampa La Cruz, sebuah kota pesisir Trujillo, Peru. Ditemukan sekitar 227 kerangka anak yang diduga menjadi korban ritual peradaban masa lampau tepatnya pada masa peradaban Chimu. (LUIS PUELL/ANDINA/AFP)
Gambar tak bertanggal memperlihatkan tulang belulang anak-anak yang ditemukan para arkeolog di Pampa La Cruz, sebuah kota pesisir Trujillo, Peru. Ditemukan sekitar 227 kerangka anak yang diduga menjadi korban ritual peradaban masa lampau tepatnya pada masa peradaban Chimu. (LUIS PUELL/ANDINA/AFP)

Pengelola Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya yang turut serta membawa tulang belulang tersebut, langsung melaporkan penemuan itu ke Polsek Muara Kuang Ogan Ilir.

“Kita juga menghubungi keluarga korban (santri tenggelam) dan teman-teman korban. Untuk memastikan dan mengenali tulang belulang tersebut,” ucapnya.

Lalu, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, aparat kepolisian membawa tulang belulang tersebut ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M Hasan Palembang untuk diperiksa.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :