Tumpukan Sampah di Pekanbaru, Polisi Tampan Turun Tangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Tumpukan sampah di Pekanbaru belum tertangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pemerintah setempat. Armada terbatas dan habisnya kontrak perusahaan pengangkut sampah di Pekanbaru membuat gundukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat itu kian bertambah.

Selain menggunung di sekitar Pasar Pagi Arengka, tumpukan sampah di Pekanbaru juga menghiasi sejumlah titik di Jalan HR Seobrantas, Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Bina Widya (dulunya Kecamatan Tampan).

Hal ini membuat petinggi di dua kecamatan itu turun tangan mengutip langsung tumpukan sampah untuk dimuat ke truk. Sejumlah personel Polsek Tampan juga turun agar sampah itu bisa berkurang.

Kapolsek Tampan Komisaris Besar Hotmartua Ambarita SIK menyebut pengangkutan sampah berlangsung Selasa siang, 5 Januari 2021. Selain HR Soebrantas, ruas jalan di dua kecamatan itu juga menjadi sasaran.

"Ada di Jalan Putri Tujuh dan Jalan Soekarno-Hatta," kata Ambarita, Selasa petang.

Ambarita menyebut pembersihan sampah itu berlangsung beberapa jam. Selain camat dan sekretaris kecamatan, pembersihan sampah ini juga melibatkan Unit Pelayanan Teknis Dinas Kebersihan di kecamatan tersebut.

Setelah mengangkut sampah, beberapa personel kepolisian melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi mengingat saat ini pembersihan sampah oleh Pemerintah Kota Pekanbaru belum maksimal.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Muhammad Jamil meminta setiap camat aktif mengajak masyarakat membersihkan sampah. Ini mengingat lelang perusahaan pengangkut sampah belum selesai.

Selain camat, forum komunikasi RT/RW diminta aktif mengajak warga tidak menumpuk sampah di tempat pembuangan sementara. Pasalnya tidak ada armada mengangkut sampah hingga ke perumahan.

Terpisah, Kepala DLHK Pemerintah Kota Pekanbaru Agus Pramono telah mengerahkan 41 truk pengangkut sampah. Fokusnya adalah jalan protokol, pasar dan tempat usaha agar tidak terjadi penumpukan sampah.

Agus sangat paham dengan keluhan masyarakat Pekanbaru saat ini tapi belum bisa berbuat banyak karena lelang perusahaan pengangkut sampah belum selesai. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat dan berharap pengertiannya.

Simak juga video pilihan berikut ini: