Tumpukan Sampah Menutup Aliran Kali di Depok hingga Ratusan Meter

Raden Jihad Akbar, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aliran Kali Baru, di kawasan Cimanggis, tepatnya di depan area Pabrik YKK, Depok, Jawa Barat, tertutup tumpukan sampah sepanjang lebih dari 300 meter. Kondisi ini telah terjadi cukup lama hingga akhirnya viral di media sosial.

Koordinator Satgas Banjir pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Saiman mengaku, butuh waktu cukup lama untuk mengangkut tumpukan sampah dari kali tersebut.

“Karena selain sampah di kali juga kita kan ada penanganan-penanganan emergency, termasuk bencana longsor dan sebagainya. Bukannya kita enggak fokus, tapi kadang-kadang kita atur waktu,” katanya saat meninjau lokasi tumpukan sampah di Kali Baru, Depok, Selasa 26 Januari 2021.

Baca juga: Imigrasi Tindak 5.105 WNA yang Langgar Aturan Keimigrasian pada 2020

Menurutnya, ada banyak faktor yang mengakibatkan sampah menumpuk di kali ini. Salah satunya karena tak sedikit warga bantaran kali sepanjang bantaran kali ini dari Depok sampai Bogor buang sampah sembarangan.

"Kemudiam bila hujan turun dia sampah turun akan turun ke kali dengan sendirinya,” jelas dia.

Saiman mengungkapkan, yang mengakibatkan sampah tidak mengalir karena banyak batang pohon melintang di depan PT YKK.

“Ya karena di situ sedikit menyempit, kemudian batang pohon tidak bisa lewat. Otomatis apabila dia bertahan, sampah-sampah yang ada di belakangnya ikut bertahan semua dan selanjutnya tidak bisa lewat,” tuturnya.

Dengan cara manual, kata Saiman, pihaknya berhasil mengangkut dua sampai tiga truk sampah setiap harinya.

“Per hari kita maksimalkan 1 tronton dengan truk yang biasa, bisa 2-3 truk. Kalau satu truk itu yang biasa 6 kubik, yang tronton bisa di atas 10 kubik,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, diperkirakan, butuh waktu lebih dari satu setengah bulan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, untuk mempersingkat waktu, pihaknya bakal mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian.

“Karena kalau melihat ini kasihan teman-teman satgas membutuhkan waktu lama kalau manual. Makanya kami usahakan untuk datangkan alat-alat berat,” katanya.

Ia memperkirakan, dengan alat berat pengangkutan sampah hanya akan memakan waktu sekira 1-2 mingguan.

“Insya Allah kita kerja sama juga dengan DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) untuk sampahnya.”

Lebih lanjut Dadan mengatakan, sampah yang diangkut di Kali Baru bisa mencapai satu ton per hari. Kemudian, sampah-sampah ini akan dibuang ke TPA Cipayung, Depok.

“Kami berharap kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena dampaknya seperti ini dan ini akan menjadikan penyakit buat masyarakat semua. apalagi buat rekan-rekan kami, karyawan kami, satgas yang benar-benar setiap hari berkecimpung dengan sampah di kali,” kata Dadan.

“Mohon kepada masyarakat untuk memahami dan menjadikan ini sebagai bahan pengertian,” timpalnya lagi.