Tumpukan Uang Kuno di Kantor Desa Kerinci

TRIBUNNEWS.COM, KERINCI ‑ Kabar ditemukannya setumpuk uang di dalam brankas besi di Desa Koto Baru Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, sempat menghebohkan warga Kerinci. Sehingga banyak warga penasaran, dan ingin melihat langsung uang tersebut.
 
"Memang benar kabarnya ada penemuan uang di Desa Koto Baru Hiang. Hanya saja sampai saat ini kami belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut, karena belum melihat secara langsung," ucap seorang warga yang penasaran.
 
Kades Koto Baru Hiang, Ahmad Nasril, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan langka tersebut. Ia mengatakan, brankas besi yang berisi uang tersebut, ditemukan masyarakat di dalam kantor kepala desa, saat melakukan rehab kantor.
 
"Brankas tersebut sebenarnya sudah lama terletak begitu saja di dalam salah satu ruangan kantor kepala desa. Namun tidak ada yang berani mengambilnya karena warga menganggap ruangan tersebut angker, apalagi ruangannya sangat gelap," ucap Nasril.
 
Namun saat dilakukannya rehab kantor, brankas tersebut terlihat jelas, karena atap di ruangan itu sudah jebol, sehingga cahaya masuk ke ruangan. Warga yang melihat ada brankas, mencoba masuk dan mengambil brankas tersebut.
 
"Setelah brankas dibuka, ternyata berisi tumpukan uang zaman Jepang dan beberapa berkas yang tulisannya masih menggunakan ejaan bahasa Indonesia lama," katanya.
 
Sayangnya, saat ditemukan kondisi uang dan berkas tersebut sudah dalam keadaan rusak dimakan usia. Apalagi brankas tersebut sudah tersiram air hujan karena atap yang jebol. "Saat ini uangnya masih saya simpan di rumah," jelas Nasril.
 
Pada uang kuno yang ditemukan tersebut, terdapat tulisan "De Japansch Regeering Betaalt Toonder Half Gulden".
"Pada uang itu tidak dicantumkan tahun percetakannya,"ungkapnya.
 
Sementara pada berkas‑berkas yang masih terbaca, ditemukan berita acara pembayaran iuran pajak ternak. "Maklumat Residen Sumatera Barat, 1 Djuli 1947, no: 17/1947 tentang pajak ternak". Berkas tersebut membuktikan betapa patuhnya warga dulu membayar pajak, kata Nasril.
 
Diduga, uang dan berkas tersebut merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda atau penjajahan Jepang, mengingat gedung tempat ditemukannya brankas adalah bangunan tua peninggalan zaman penjajahan dulu.
 
"Setelah dipakai oleh Belanda, gedung tersebut sempat menjadi kantor kemendapoan. Baru sekarang dijadikan kantor Kepala Desa Koto Baru Hiang. Sayangnya berapa jumlah uang tersebut sudah tidak bisa lagi dihitung," kata Nasril.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.