Tunas Baru Lampung Cetak Laba Bersih Rp 379,54 Miliar pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) membukukan pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih yang positif sepanjang semester I 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mencatat pendapatan usaha naik 20,12 persen dari Rp 5,68 triliun pada semester I 2020 menjadi Rp 6,83 triliun pada semester I 2021. Beban pokok penjualan sebesar Rp 5,41 triliun pada semester I 2021. Beban pokok penjualan itu naik 22,12 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,43 triliun.

Dengan demikian laba kotor tercatat naik 13,04 persen menjadi Rp 1,41 triliun pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,25 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan sejumlah beban pada semester I 2021. Beban umum dan administrasi perseroan naik dari Rp 207,36 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 228,33 miliar pada semester I 2021.

Beban penjualan naik dari Rp 152,22 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 216,27 miliar. Beban bunga dan beban keuangan naik menjadi Rp 419,13 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 402,15 miliar.

Di sisi lain, kerugian selisih kurs mata uang asing juga susut menjadi Rp 46,18 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 54,50 miliar. Namun, pendapatan bunga turun dari Rp 6,03 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 1,44 miliar pada semester I 2021.

PT Tunas Baru Lampung Tbk mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 21,58 persen dari Rp 312,17 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 379,54 miliar pada semester I 2021. Laba per saham dasar naik menjadi Rp 71,93 pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58,71.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Liabilitas

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Total liabilitas tercatat turun dari Rp 13,54 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 13,45 triliun pada 30 Juni 2021. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 6,27 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 5,88 triliun.

Total aset naik menjadi Rp 19,73 triliun pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 19,43 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 353,98 miliar.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, saham TBLA turun 0,64 persen menjadi Rp 775 per saham. Saham TBLA dibuka stagnan Rp 780.

Saham TBLA berada di level tertinggi Rp 780 dan terendah Rp 760 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 657 kali dengan volume perdagangan 19.519. Nilai transaksi Rp 1,5 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel