Tunggu hasil audit BPK, hambat penyidikan korupsi Bupati Rembang

Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Mas Guntur Laode mengatakan, pihaknya penyidikan kasus dugaan korupsi Bupati Rembang M Salim terhambat. Hambatan itu terjadi karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menyerahkan hasil audit penyertaan modal senilai Rp 5,542 miliar pada 27 Maret 2009 kepada Polda Jateng.

Hambatan itu terjadi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada BPK untuk mengaudit kembali PT RBSJ. Perusahaan itu didirikan Salim yang membawahi beberapa unit usaha, salah satunya SPBU yang diduga menggunakan dana APBD Perubahan 2010.

"Belum turunnya audit kerugian negara dari BPK yang membuat kami kesulitan," kata Guntur di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/11).

Namun hasil audit yang disusun BPK tahun 2010 itu belum juga keluar. Sementara, laporan tentang dugaan korupsi dana APBD Perbuahan 2010 diterima Polda Jateng pada 24 Mei 2010 lalu. Selanjutnya pada 6 Juni 2010 Salim dan Siswadi yang menjabat sebagai manajer PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) ditetapkan sebagai tersangka

"Padahal sudah empat kali mengirimkan surat dan sepuluh kali datang langsung ke BPK atas penyimpangan dana tersebut. Jika sudah turun kami sanggup menyelesaikan kasus ini dalam waktu seminggu," tegas Guntur Jum'at (2/11) usai melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Rembang M Salim.

Penetapan kedua tersangka dilakukan setelah KPK meminta permohonan audit kepada BPK. Hasilnya, lembaga auditor negara menemukan ada indikasi penyelewengan dana dari APBD Pemkab Rembang sebesar Rp 5,542 miliar.

Penyidik Polda Jateng telah melakukan pemeriksaan terhadap Salim. Salim sendiri diperiksa selama 9 jam terkait kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal PT RBSJ.

Kasubdit III Tipikor AKBP Joko Setiono meminta agar BPK segera menyelesaikan dan mengeluarkan hasil audit segera. Dengan demikian, kasus itu dapat diselesaikan secepatnya.

"Salim ada kemungkinan dipanggil sebagai tersangka," terang Joko.

Sementara, Bupati Rembang M Salim usai menjalani pemeriksaan menyatakan tidak bersalah. Meski, dalam jajaran Pemda Rembang sendiri sudah beredar rumor dia terlibat dalam kasus itu.

"Saya tadi ditanya 70 pertanyaan, soal pembentukan PT RSM yang berganti nama menjadi PT RBJS," kata Salim usai menjalani pemeriksaan Kamis (1/11) sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

Salim menyatakan posisinya hanya sebagai pengambil kebijakan tidak terlibat dalam hal-hal teknis. "Posisi saya sebagai pengambil kebijakan, tidak mengurusi hal-hal teknis. Saya senang dipanggil ke sini, karena dengan begini semua menjadi jelas," terangnya.

Terpisah, Kepala Divisi Monitoring Aparat Penegak Hukum KP2KKN Jateng Eko Haryanto mempertanyakan alasan Polda Jateng yang menunggu hasil audit BPK. Sebab, sebelumnya KPK telah meminta kepada BPK untuk mengaudit kasus dugaan korupsi penyertaan modal itu.

"Aneh jika audit BPK yang dilakukan atas permintaan KPK beberapa tahun yang lalu tidak dianggap sebagai kerugian negara. Apalagi ada pernyataan jika mereka sudah 10 kali mempertanyakanya ke BPK," ungkap Eko Haryanto kepada merdeka.com, Jum'at(2/11).

Eko menduga kepentingan politik dalam penyidikan kasus korupsi apalagi Salim selaku kader Partai Demokrat di daerah. Pasalnya, Eko mengaku beberapa tahun lalu bersama LSN dan NGO anti korupsi Indonesia pernah menyatakan beberapa kader Demokrat bermasalah dan terkait kasus korupsi.

"Ujung-ujungnya ada upaya politis yang mengintervensi terhadap penyidikan kasus dugaan korupsi dengan tersangka Bupati Rembang M Salim yang dari kader Demokrat itu," pungkas Eko.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.