Tunjang Kegiatan Perusahaan, Anak Usaha Telefast Dapat Suntikan Modal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) mendapatkan suntikan dana dari Onstar Express Pte (OEP) dan PT Sinergi Cepat Indonesia (SCI) untuk anak perusahaan TFAS, PT Logitek Digital Nusantara (LDN).

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi ini dilakukan pada 18 Maret 2021. Dalam transaksi ini, OEP melakukan pembelian 108.290 saham.

Dengan sistem yang sama, SCI juga memberikan tambahan modal dengan melakukan pembelian 24.309 saham. Meski demikian, emiten dengan kode TFAS tersebut enggan menyebutkan dana yang diperoleh dan rincian kegiatan yang akan dilakukan dengan modal tersebut. "Transaksi ini menunjang kegiatan usaha utama perseroan," tulis informasi tersebut.

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama Selasa, 23 Maret 2021, saham TFAS stagnan di posisi Rp 875 per saham.

Saham TFAS berada di level tertinggi Rp 905 dan terendah Rp 845 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 124 kali dengan nilai transaksi Rp 300,1 juta.

Belanja Modal pada 2021

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Direktur Utama Telefast Indonesia Jody Hedrian mengaku siap mengkombinasikan jaringan ritel yang sudah ada dengan pengembangan bisnis logistik.

"Selain bisnis telekomunikasi dan resort yang kami jalankan, di tahun 2021 kami juga akan mengembangkan bisnis logistik. Kurang lebih akan ada 1000 jaringan yang dikombinasikan dengan jaringan ritel yang dimiliki PT telefas indonesia," kata Jody, ditulis Kamis, 28 Januari 2021.

Tak hanya itu, perseroan siap menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp13 miliar sepanjang 2021.

"Untuk capex Rp13 miliar, angka tersebut sesuai dengan rencana sebelumnya," ujarnya.

Dalam konferensi pers secara virtual tersebut, Jody menegaskan, capex yang digelontorkan akan digunakan untuk pengembangan di bidang logistik.

"Sumber dana tersebut adalah hasil IPO, dan kita memiliki pengembangan dibidang teknologi informasi. Selain telekomunikasi dan human resort kami juga mengembangkan bisnis di logistik," ujar Jody.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini