Tunjangan belum turun, guru di Jabar demo

Komunitas Guru se Jawa Barat melakukan unjuk rasa di halaman Gedung Sate Bandung. Puluhan guru itu memprotes terhambatnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) di beberapa wilayah kabupaten dan kota se Jawa Barat.

Seharusnya pada triwulan tiga ini tunjangan itu sudah dibayarkan. Namun nyatanya, di beberapa daerah masih ada yang belu menerima tunjangan itu.

Di sela-sela aksinya, koordinator lapangan Iwan Hermawan mendesak kepala daerah untuk segera mengurusi tunjangan yang selalu tidak lancar. Idealnya, kata dia, tunjangan guru seharusnya satu kali gaji pokok yang diterima pada setiap bulannya.

"Sedangkan guru swasta yang dikelola pemerintah provinsi melalui dana dekonsentrasi pembayaran tunjangan profesi lancar tiap triwulan atau per tiga bulan," katanya di sela-sela orasi, Jumat (2/11).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/pmk 07/2012 tentang pedoman dan alokasi tunjangan profesi guru (TPG) bahwa penyalurannya yakni Maret, Juni, September, dan terakhir November. Tapi kenyataannya masih banyak yang tidak merata.

"Sebut saja Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Sukabumi, Subang, Cimahi dan Bogor," terangnya.

Dia menilai pemerintah tidak serius dalam pengelolaan data guru dari daerah ke pusat sampai jumlah gaji pokok antar data tidak padu.

"Ini bukti ketidakseriusan dalam pengelolaan," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, mereka menuntut pemerintah segera membayarkan kekurangan tunjangan profesi guru dan meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turun tangan mengatasi masalah ini.

Jika tidak, kata dia, guru akan mengancam dan menyelesaikan masalah untuk melakukan gugatan secara hukum.

Tak lama melakukan aksi, perwakilan dari mereka diterima DPRD Jabar Komisi D. Aksi mendapat kawalan dari kepolisian.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.