Tuntut Ada Pansus Kenaikan BBM, Buruh: Vivo Bisa Rp8.900, Kenapa Pertalite Rp10.000

Merdeka.com - Merdeka.com - Partai Buruh mendesak DPR membentuk panitia khusus (pansus) dan panitia kerja (panja) terkait kenaikan harga BBM. Menurut Presiden Partai Buruh, Said Iqbal kebijakan pemerintah soal BBM perlu ditinjau ulang.

"Memang kita menginginkan aksi di DPR ini, DPR membentuk panja dan pansus BBM. Pintu masuknya gampang," kata Said di Gedung DPR/MPR hari ini, Selasa (6/9).

Said membandingkan antara Pertamina dengan perusahaan sektor hilir minyak dan gas bumi lainnya seperti PT Vivo Energy Indonesia.

"Kenapa Vivo bisa Rp8.900, kenapa pertalite Rp10 ribu, kenapa Malaysia dengan Ron lebih bagus bisa Rp7 ribuan," ujar dia.

Said mengaku telah berkoordinasi dengan perwakilan Vivo. Dia menilai kebijakan pemerintah menaikan harga BBM untuk mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat.

"Vivo menjelaskan ke kita hitungan-hitungan, Pertamina itu cari untung di atas penderitaan rakyat. Kenapa Vivo bisa walaupun ronnya lebih rendah. Kalau gitu kita bikin premium," ujar dia.

Oleh karena itu, Said sangat menunggu peran DPR dalam menyikapi aspirasi rakyat tersebut. Menurut dia, anggota DPR tidak perlu lagi mengundang perwakilan buruh untuk berdialog.

"Tidak perlu kita masuk ke dalam. Mereka keluar, menyatakan sikap, bentuk panja atau pansus," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]