AS tuntut perusahaan ban yang hindari tarif impor terhadap China

·Bacaan 1 menit

Washington (AFP) - Pejabat penegak hukum AS menuntut belasan orang dan satu perusahaan Texas terkait dengan skema selama satu dekade untuk menghindari tarif impor terhadap ban buatan China, seperti diumumkan pejabat pada Selasa.

Departemen Kehakiman menyebutkan operasi gabungan menemukan bahwa Winland International/Super Tire yang berbasis di Houston dan para eksekutifnya "bersekongkol menghindari bea anti-dumping yang terkait dengan ban off-the-road (OTR), kendaraan ringan serta truk (LVT) dari China."

Mereka dituding menggunakan dokumen dari produsen China yang tidak dikenakan bea masuk. Mereka juga dituduh memalsukan faktur untuk mengecilkan nilai impor agar membayar bea yang lebih rendah, kata departemen melalui pernyataan.

Ban-ban tersebut bernilai lebih dari 21 juta dolar AS, yang artinya AS tidak dapat mengumpulkan 6,5 juta lebih bea masuk.

Otoritas mengamankan Zheng "Miranda" Zhou dan Kun "Bruce" Liu, yang tercatat sebagai presiden dan wakil presiden perusahaan tersebut.

"Selama lebih dari satu dekade, Zhou bersama rekan-rekan konspiratornya dituding berupaya mendapatkan keuntungan kompetitif yang tidak adil dengan mengorbankan perusahaan AS," kata Mark B. Dawson dari kantor Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI) yang berada di bawah naungan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai di Houston.

Otoritas menuntut enam orang lainnya, yang semuanya dianggap buron, yang sebagian besar tinggal di China, bunyi pernyataan tersebut.

Enam lainnya menghadapi tuntutan perdata.

Presiden Donald Trump menjadikan tarif agresif atas produk China sebagai fitur sentral pemerintahannya. Namun, otoritas perdagangan AS telah lama bekerja untuk menggagalkan dumping produk ke pasar AS dengan harga di bawah pasar, yang merugikan produsen AS.

"China dan industri mereka ingin merampok, meniru, sekaligus mengganti barang dan teknologi buatan Amerika," kata Jaksa AS dari Distrik Selatan Texas, Ryan K. Patrick.

"Mengimpor dan menyingkirkan produk-produk ini secara ilegal merupakan salah satu cara untuk melemahkan pesaing Amerika secara sistematis," katanya melalui pernyataan.