Tuntutan Belum Siap, Sidang Kekerasan Seksual Motivator Julianto Eka Putra Ditunda

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang perkara dugaan kekerasan seksual dengan terdakwa motivator Julianto Eka Putra hanya digelar tidak lebih dari 10 Menit. Majelis hakim memutuskan untuk menunda pembacaan tuntutan karena Jaksa Penuntut (JPU) menyatakan materi tuntutan belum siap.

JPU Edy Sutomo mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk pengecekan materi tuntutan. Karena itu, sidang ditunda hingga Rabu (27/7).

"Ini ada ratusan lembar kami cek dan ricek, dan memang kami putuskan pembacaan tuntutan ditunda. Pembacaan tuntutan ditunda karena masih perlu tambahan masukan dan analisa yuridis agar dapat meyakinkan majelis hakim," ungkap Edy Sutomo di Pengadilan Negeri Malang, Rabu (20/7).

JPU Klaim Kerja hingga Tengah Malam

Sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa Julianto Eka Putra dijadwalkan hari ini. Sidang berlangsung secara tertutup di ruang Cakra Pengadilan Negeri Malang.

Jaksa mengaku telah bekerja hingga tengah malam, tetapi memang masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan materi tuntutan agar lebih sempurna.

"Sampai tengah malam tadi, kami selaku penuntut umum selalu cek and cek surat tuntutan yang akan kami bacakan, cuma masih perlu tambahan-tambahan dan analisa yuridis, fakta-fakta sidang yang ada. Supaya lebih meyakinkan hakim, supaya lebih sempurna dalam tuntutannya," urainya.

Sidang Online

Sementara itu terdakwa Julianto tidak dihadirkan di kursi terdakwa dalam persidangan hari ini. Sebagaimana sidang sebelumnya, JE hadir secara online melalui layar monitor.

"Persidangan berlangsung secara online sebagaimana Permal nomor 4 Tahun 2020 Pasal 2 tentang persidangan secara elektronik. Sama seperti yang lain, perkara-perkara yang disidangkan," ungkapnya.

Edy menegaskan bahwa ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh persidangan di PN Malang. Karena status terdakwa yang ditahan sehingga kehadirannya harus secara online.

"Karena kemarin tidak dilakukan penahanan, sekarang sudah dilakukan penahanan di Lapas Lowokwaru. Yang lain juga begitu, " tegasnya.

Julianto didakwa melakukan tindakan kekerasan seksual kepada para siswi di sekolah yang didirikannya, Selamat Pagi Indonesia (SPI). Sidang telah berlangsung sebanyak 20 kali. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel