Tuntutan Ketum PSSI ke Shin Tae-yong, Perbaiki Ranking FIFA Indonesia

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memberi penjelasan di balik sikap ngototnya meminta Shin Tae-yong kembali. Tujuannya bukan cuma untuk persiapan Timnas Indonesia U-19, tapi juga senior.

Tae-yong dikontrak oleh PSSI untuk menjadi pelatih di tingkat U-19, U-23, dan senior. Agenda terdekatnya adalah Piala Asia U-19 dan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

(Baca juga: PSSI Jamin Shin Tae-yong Takkan Bermasalah)

Awalnya Tae-yong enggan kembali ke Indonesia karena masih marak pandemi virus corona. Dia meminta kepada PSSI untuk mengirimkan para pemain Timnas Indonesia U-19 ke Korea Selatan.

Kebetulan dalam rancangan program pemusatan latihan yang dibuatnya, Timnas Indonesia U-19 akan ditempa di Negeri Gingseng. Namun, PSSI yang meminta untuk dibatalkan.

"Shin Tae-yong bukan hanya menangani Timnas Indonesia U-19, dia dari mulai dari 19, 23, dan senior. Masa kita bawa senior ke sana juga," ujar Iriawan dalam webinar yang berlangsung Jumat 10 April 2020.

"Padahal kita masih ada Piala AFC dan AFF ke depan yang harus memungkinkan kita memberikan yang terbaik kepada publik, melawan Vietnam, Thailand, dan Uni Emirat Arab," imbuhnya.

(Baca juga: Indra Sjafri Pernah Bilang Shin Tae-yong Takut, Ini Jawaban Tegasnya)

Dengan melihat situasi tersebut, Iriawan melihat tidak mungkin jika Timnas Indonesia yang senior dibawa ke Korea Seltan juga. Alhasil dia berkirim surat, dan Tae-yong mau untuk kembali ke Indonesia.

"Masa kita harus bawa ke sana, kan lebih praktis Shin Tae-yong yang ke sini. Saya sudah kirim surat yang kedua dan yang bersangkutan bersedia. Saya minta segera," ujar Iriawan.

Tae-yong diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia senior bermain yang baik di tiga pertandingan sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dengan begitu, ranking FIFA Indonesia bisa naik dari urutan 173.

"Alhamdulillah yang bersangkutan mengerti kalau tugasnya di Indonesia masih ada, yaitu tim senior. Walau kita tidak punya harapan untuk juara, tapi minimal kita bisa memperbaiki peringkat FIFA," katanya.