Tuntutan Lyon Gagal, Penghentian Ligue 1 Disahkan Pengadilan Prancis

Luzman Rifqi Karami

VIVA – Olympique Lyon akhirnya harus menerima kenyataan Ligue 1 musim ini dihentikan. Tuntutan mereka digagalkan oleh pengadilan administrasi tertinggi di Prancis, Conseil d'Etat.

Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, paling getol menyuarakan protes terhadap penghentian Ligue 1. Dia menganggap keputusan tersebut terlalu cepat dan terbukti salah.

(Baca juga: Keputusan Menghentikan Ligue 1 Dianggap Terlalu Bodoh)

Namun, Lyon tetap harus gigit jari. Sebab, The Conseil d'Etat menganggap keputusan badan liga Prancis (LFP) terbukti sah di mata hukum.


"Catatan hakim menunjukkan tak ada yang perlu diragukan dalam legalitas keputusan ini, yang menimbang keuntungan dan kerugian dalam penghentian liga, sedangkan ketidakpastian yang sangat besar mempengaruhi hipotesis dari kemungkinan memulai kembali kompetisi dalam waktu yang tepat," demikian bunyi pernyataan resmi  The Conseil d'Etat.

(Baca juga: Lyon Koleksi Pemain dengan Nama Unik, Ada Toko dan Tete)

LFP menjadikan rata-rata poin di klasemen saat ini sebagai acuan dalam penentuan juara, tiket ke Eropa, serta promosi dan degradasi. Paris Saint-Germain yang memimpin klasemen dinobatkan sebagai juara.

Sedangkan Lyon dipastikan gagal ke Eropa musim depan. Les Gones duduk di posisi 7 dengan rata-rata poin 1,43. Mereka kalah bersaing dengan Lille, Nice dan Reims yang mendapat jatah ke Liga Europa.

Jika Lyon harus gigit jari, dua tim terbawah Amiens dan Toulouse justru mendapatkan angin segar. The Conseil d'Etat meminta LFP untuk meninjau kembali keputusan mendegradasi kedua tim ini.