Turki Berencana Penjarakan Penyebar Hoaks di Medsos Hingga 5 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Turki berencana mengeluarkan Undang-undang (UU) yang lebih tegas bagi para penyebar hoaks. Bahkan lembaga baru akan dibentuk khusus untuk mengawasi jalannya UU baru ini.

Dalam rancangan UU baru itu dilansir dari Turkiye disebutkan bahwa hukuman penjara bagi pembuat dan penyebar hoaks adalah satu hingga lima tahun. Sementara bagi pelaku penyemaran nama baik ancaman hukumannya tiga bulan hingga dua tahun penjara.

Ini merupakan kelanjutan dari pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan yang mengumumkan bahwa partainya sedang menyusun UU baru yang disebutnya sebagai cara melawan 'teror kebohongan' pada bulan lalu. Ia berharap UU ini bisa mengurangi penyebaran hoaks.

Secara khusus lembaga baru yang kabarnya bernama "Presidensi Media Sosial" bertugas mengawasi peredaran informasi di media sosial. Lembaga ini akan berafiliasi dengan Otoritas Teknologi dan Komunikasi Informasi (BTK) atau Dewan Tertinggi Radio dan Televisi (RTUK).

Aturan hukum mengenai media sosial sebenarnya sudah dikeluarkan Turki sejak tahun lalu. Isinya seluruh platform media sosial harus punya perwakilan hukum di Turki dan seluruh data pengguna hanya boleh disimpan di dalam negeri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel