Turki dan Qatar Tentang Serangan Militer ke Iran

Munchen, Jerman (ANTARA/Xinhua-OANA) - Menteri dari Turki dan Qatar pada Ahad menolak rencana serangan ke Iran sehubungan dengan program nuklirnya dan mengatakan perang hanya akan membawa kekacauan di wilayah itu.

Kedua menteri tersebut meminta semua pihak untuk berdialog serius membahas masalah itu. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, dalam Konferensi Keamanan Munchen tahunan, mengatakan bahwa tindakan militer merupakan jalan ke luar terburuk. Ahmet mengatakan jalan ke luar terbaik adalah melalui kontak diplomatik dan dialog.

"Tindakan militer akan menjadi bencana di wilayah kami. Jadi sebelum bencana itu terjadi, setiap orang harus berdialog serius mengenai perundingan," kata Ahmet.

Menurut Ahmet, jika memang ada keinginan politik yang kuat dan rasa saling percaya, maka persoalan tersebut bisa diselesaikan dalam beberapa hari.

Sementara itu Menteri Kerja Sama Internasional Qatar Khaled Al Attiyah juga mengatakan kepada peserta --yang kebanyakan pejabat tinggi keamanan dan diplomat Eropa dan Amerika -- bahwa serangan militer bukanlah solusi. Hal itu berdasarkan pengalamannya yang hidup di wilayah itu.

"Pengetatan embargo atas Iran akan menjadi skenario terburuk. Saya percaya kita harus mengadakan dialog. Sekutu kami dan teman-teman di Barat harus membuka dialog serius dengan Iran agar dapat keluar dari dilema ini," ujar Khaled.

Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi berat atas Iran akhir bulan lalu. Mereka meminta agar Iran terbuka mengenai program nuklirnya, yang dipercaya oleh Barat akan digunakan sebagai percobaan senjata nuklirnya. Iran bersikeras bahwa pengayaan uranium itu dilakukan untuk tujuan perdamaian, energi dan kesehatan.

"Eropa tidak akan membiarkan senjata nuklir Iran. Berdasarkan bukti yang ada, senjata nuklir tidak hanya membahayakan keamanan wilayah itu, tetapi juga berbahaya bagi seluruh dunia," ujar Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle di konferensi Munchen, Sabtu.

Guido juga mengatakan Eropa akan tutup mata akan kemungkinan peningkatan masalah tersebut.

"Tujuan utama Uni Eropa untuk menghindari konflik militer," ujar Guido.

Pada Ahad, Komandan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan kepada televisi satelit lokal Press TV bahwa Iran tidak akan pernah memprakarsai perang apapun, tetapi akan merespon ancaman apapun atau agresi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan Teheran mempersiapkan diri untuk melawan segala rencana Barat dalam menekan Iran.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.