Turki Diguncang Gempa Magnitudo 5,4

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Turki dilaporkan diguncang gempa di wilayah timur dengan kekuatan magnitudo 5,4. Gempa terjadi pada Minggu pagi (27/12/2020) pada waktu Ankara.

Menurut European Mediterranean Seismological Centre (EMSC) gempa Turki terjadi di kedalaman 2 kilometer.

Al Arabiya melaporkan bahwa awalnya gempa Turki disebut berkekuatan 6,3.

EMSC menyebut pusat gempa berada di 109 kilometer barat daya Diyarbakir. Beberapa netizen menyebut gempanya terasa kuat.

Belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.

Dalam laporan lain, lembaga pemantau aktivitas geologi Amerika Serikat USGS mencatat gempa Turki 27 Desember 2020 memiliki magnitudo 5,5. Gempa itu berlokasi 23 km dari Elazig Merkez sekitar pukul 13.37.

Gempa Turki Oktober 2020

Anggota layanan penyelamatan mencari orang-orang yang selamat di puing-puing bangunan yang runtuh di Izmir, Turki, Sabtu (31/10/2020). Gempa bumi yang kuat melanda pada hari Jumat di Laut Aegea antara pantai Turki dan pulau Samos di Yunani, menewaskan beberapa orang. (AP Photo/Emrah Gurel)
Anggota layanan penyelamatan mencari orang-orang yang selamat di puing-puing bangunan yang runtuh di Izmir, Turki, Sabtu (31/10/2020). Gempa bumi yang kuat melanda pada hari Jumat di Laut Aegea antara pantai Turki dan pulau Samos di Yunani, menewaskan beberapa orang. (AP Photo/Emrah Gurel)

Pada 30 Oktober 2020, Turki juga dilanda gempa bermagnitudo 7. Lindu menewaskan 115 orang dan melukai lebih dari seribu orang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa itu dipicu oleh aktivitas Sesar Sisam (Sisam Fault) di Laut Aegea.

Pada catatan sejarah, gempa kuat terjadi beberapa kali di masa lalu karena aktivitas Sesar Siam.

"Sejarah gempa mencatat bahwa di sekitar Sesar Sisam sudah beberapa kali terjadi gempa kuat pada masa lalu seperti gempa tahun 1.904 berkekuatan 6,2 magnitudo dan gempa pada 1.992 berkekuatan 6,0," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Sabtu (31/10/2020) seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan, Sesar Sisam adalah sebuah sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault). Panjang jalur sesar ini membentang sekitar 30 km.

Sesar Sisam dekat Pulau Samos, kata dia, pecah di dekat Menderes Graben, wilayah dengan sejarah panjang gempa dengan sesar turun.

"Karena mekanisme patahannya yang bergerak turun dan hiposenter gempanya sangat dangkal hanya sekitar 6 km, maka wajar jika gempa tersebut memicu terjadinya tsunami," kata Daryono.

Gempa yang berpusat di Laut Aegea pukul 13.51 waktu setempat terasa hingga ke Ibu Kota Yunani, Athena dan Istanbul di Turki. Guncangan gempa dirasakan dalam wilayah yang luas seperti di Turki, Yunani, Bulgaria dan Makedonia Utara.

Gempa menimbulkan korban jiwa akibat terjadinya kerusakan pada banyak bangunan rumah, bahkan gedung-gedung bertingkat di wilayah Izmir Turki juga mengalami kerusakan dan roboh.

Episenter gempa terletak di Laut Aegea, tepatnya berada pada jarak 17 kilometer dari pesisir barat Turki dengan mekanisme sumber gempa berupa patahan/sesar dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Simak video pilihan berikut: