Turki-Israel Mulai Perbaiki Hubungan yang Sempat Renggang

Merdeka.com - Merdeka.com - Selama satu dekade lebih, hubungan Turk-Israel renggang. Namun kerenggangan itu tampak mulai luntur setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Israel dan Turki. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi bagaimana mengakhiri kerenggangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dan timpalannya dari Israel, Yair Lapid menyampaikan negara mereka berharap bisa memperluas kerjasama di bidang ekonomi. Cavusoglu melakukan kunjungan dua hari ke Israel dan wilayah Palestina, kunjungan pertama pejabat tinggi Turki dalam 15 tahun terakhir.

"Tujuannya adalah membentuk dan memperluas kerjasama ekonomi dan sipil antara negara kita," jelas Yair Lapid dalam pernyataannya didampingi Cavusoglu di Yerusalem.

"Dan untuk memanfaatkan keunggulan komparatif kedua negara kita secara regional dan global, bahkan selama pandemi, dan bahkan di saat ketegangan politik," lanjutnya, dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (26/5).

Lapid dan Cavusoglu menambahkan, pemerintah akan mulai bekerja sama melalui perjanjian penerbangan sipil baru.

Turki dan Israel telah berusaha memperbaiki hubungan yang renggang melalui kerjasama sektor energi yang potensial. Kedua negara saling mengusir duta besar pada 2018 dan kerap bertikai terkait konflik Palestina-Israel.

"Kita percaya normalisasi hubungan kita juga akan memiliki dampak positif terkait resolusi damai konflik. Turki siap bertanggung jawab melanjutkan upaya tersebut melalui dialog," jelas Cavusoglu.

Cavusoglu juga mengunjungi Masjid Al-Aqsa pada Rabu, tempat suci umat Islam ketiga dan lokasi di mana pasukan Israel menyerang warga Palestina sampai pecah bentrokan pada Ramadan lalu. Cavusoglu mengatakan dia juga membahas masalah itu dengan Lapid. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel