Turun Gunung, SBY Disebut Panik dan Lebay

Syahrul Ansyari, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA - Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memberikan respons terkait isu kudeta yang menimpa Partai Demokrat. Menurut Mantan Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, Darmizal, langkah SBY tersebut dianggap terlalu berlebihan.

"Kita semua heran dengan sikap reaktif pak SBY. Reaksi orang besar yang terlalu berlebihan dan mohon maaf, beliau rasanya agak lebay," kata Darmizal kepada wartawan, Kamis, 25 Februari 2021.

Menurut Darmizal, saat ini nasib Partai Demokrat sedang berada di ujung tanduk. Dia mengaku heran sikap SBY dan AHY yang terkesan membiarkan kegelisahan para kader mulai dari tingkatan yang terbawah.

"Wong ada kader dan pengurus yang gelisah, karena nasib partai yang di ujung tanduk begini, kok dianggap kup? Baru ini kita mendengar suara, narasi KLB disamakan kudeta. Tapi kita percaya publik tidak bisa dikelabui terhadap sikon PD saat ini," ujarnya.

Baca juga: AHY Mau Dikudeta, SBY Turun Gunung

Darmizal juga menyebutkan, saat ini kesalahan fatal Partai Demokrat terletak pada kepemimpinan Ketua umum AHY. Menurutnya, AHY harus diganti bukan justru aparatur lainnya yang ada di dalam Partai Demokrat yang dicopot.

"Yang bermasalah itu di pucuk kepemimpinan, sedangkan kader dan pengurus di daerah justru adalah korban. KLB tidak akan menggusur orang-orang benar, orang-orang baik, pencinta sejati PD," kata Darmizal.

Darmizal juga menyebut SBY panik. Dia juga membantah ucapan SBY yang menuduh apabila kepemimpinan pusat diganti maka semua pejabat partai di bawahnya ikut diganti.

"Kok tuduhannya, jika perubahan kepemimpinan terjadi melalui KLB yang sukses, maka kepengurusan partai di pusat, provinsi, kabupaten/ kota kan diganti semua. Lalu yang di DPRD bakal di PAW semua. Wah. Waduh kok jadi panik gini, pak SBY?" ujarnya.

Darmizal mengatakan tuduhan SBY itu hampa dan kosong belaka. Bahkan, katanya, orang seperti Sekjen Teuku Riefky Harsya pun, tidak akan di PAW atau dibuang, apalagi kader dan pengurus daerah yang tidak bermasalah.

"Justru Riefky dan para pengurus dan kader bakal lebih bergairah jika ketum sekarang diganti," ujarnya.