Turun ke PPKM Level 3, Kota Semarang Buka Kembali Tempat Wisata

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sejumlah daerah berhasil menurunkan status PPKM dari level 4 ke level 3. Dalam daftar itu salah satunya disebutkan Kota Semarang, di mana menjadi kota besar pertama di pulau Jawa dan Bali yang berhasil menurunkan status PPKM menjadi level 3.

Kota Semarang bersama Kota Cilegon menjadi 2 kota terbaru yang akhirnya menjadi bagian dari 61 wilayah kota kabupaten lainnya di Jawa dan Bali dengan status PPKM level 3 serta 2, menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021.

Sementara kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, dan seluruh kota di Jakarta masih berstatus PPKM level 4.

Menanggapi turunnya Kota Semarang ke PPKM level 3, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan melakukan beberapa penyesuaian terkait kegiatan masyarakat. Secara umum akan memberikan beberapa pelonggaran kapasitas pada sejumlah aktivitas.

Salah satunya tempat wisata. Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi menjelaskan, tempat wisata akan menerapkan sistem dengan aplikasi peduli lindungi, dan setiap pengunjung juga harus telah melaksanakan vaksinasi.

"Kalau di tempat wisata dan hiburan masih dalam konteks 25 persen dari kapasitas dan harus sudah vaksin, atau menerapkan aplikasi peduli lindungi," kata Hendi dalam keterangan pers di Semarang, Selasa 17 Agustus 2021.

Selain tempat wisata, Pemkot Semarang juga menerapkan pemberlakuan 50 persen kapasitas untuk tempat ibadah, 50 persen untuk mal dengan jam operasional hingga jam 8 malam, serta 25 persen untuk tempat olah raga dan hiburan.

Ia menambahkan, dengan status PPKM level 3, Kota Semarang juga dimungkinkan untuk melaksanakan Pendidikan Tatap Muka (PTM). Meski begitu, masih harus melakukan koordinasi teknis terlebih dahulu.

"Tapi kalau memang ada kemungkinan beberapa sekolah seperti itu, pasti harus ada izin tertulis dari Dinas Pendidikan Kota Semarang," tegasnya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel