Turun, Pasokan Sayur dan Buah di Pasar Kramat Jati

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya intensitas curah hujan beberapa hari ini menyebabkan pasokan sayur dan buah-buahan di pasar tradisional semakin berkurang. Akibatnya, harga pun mulai terkerek naik.

Kepala Pusat Data dan Informasi Pasar Induk Kramat Jati, Suminto, mengatakan, sejak Ahad pekan lalu suplai aneka produk hortikultura itu terus menyusut akibat buruknya kondisi cuaca di daeran sentra produksi. Selain itu, pasokan juga terhambat karena jalur distribusi barang-barang tersebut dari Jawa Barat atau Jawa Tengah terendam banjir.

Pada kondisi normal, Suminto mengatakan, pasokan sayuran mencapai 1.150 ton per hari. Selasa pekan lalu, jumlahnya mulai menurun menjadi 1.057 ton, lalu menyusut lagi menjadi 980 ton pada hari berikutnya. Hingga Jumat kemarin, pasokan sudah tinggal 920 ton.

Celakanya, pasokan yang sudah anjlok 20 persen itu juga dibarengi dengan penurunan kualitas. "Sayuran ini kan rentan air, jadi banyak yang jelek, bahkan mulai busuk waktu sampai sini," kata Suminto saat dihubungi, Sabtu, 19 Januari 2013.

Selain itu, kenaikan harga juga mulai terasa. Suminto mengatakan, harga cabai keriting kisarannya Rp13.000-Rp15.000 per kilogram, naik Rp 3.000-Rp 4.000 per kg dari tiga minggu yang lalu. Harga cabai rawit merah naik Rp 5.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg. Sementara itu, harga tomat mencapai Rp 10.000 per kg atau naik Rp 4.000 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dari Rp 3.000 per kg menjadi Rp 15.000 per kg. Sedangkan bawang putih tidak mengalami kenaikan harga karena lebih tahan terhadap cuaca. Kondisi serupa terjadi pada pasokan buah-buahan yang pasokannya menurun 40 persen dalam sepekan menjadi 750 ton kemarin.

Harganya juga relatif menanjak. Jeruk misalnya, harganya naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 15.000 per kg. Begitu juga apel yang harganya naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per kg. Namun, harga salak menurun dari Rp 7.000 menjadi Rp 5.000 per kg karena sedang musim panen.

Hanya saja, jika diperhatikan, kenaikan harga sayur dan buah ternyata tak sebesar berkurangnya pasokan. "Soalnya pembelinya juga turun, orang kebanjiran jadi tidak belanja," kata Suminto.

Kramat Jati adalah pasar yang menginduki hampir semua pasar tradisional di DKI Jakarta untuk komoditas buah dan sayur. Aneka produk hortikultura produksi Jawa Barat dan Jawa Tengah biasanya dipasok dulu ke pasar yang berada di daerah timur Jakarta ini sebelum didistribusikan ke pasar-pasar lain di Ibu Kota.

PINGIT ARIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat