Tutup Hampir 5 Bulan Karena Corona, Disneyland Hong Kong Buka Kembali 18 Juni

Liputan6.com, Hong Kong- Disneyland Hong Kong akan membuka kembali taman bermainnya pada Kamis 18 Juni setelah ditutup hampir lima bulan karena pandemi Virus Corona COVID-19. Nantinya, pengunjung Disneyland perlu menandatangani deklarasi kesehatan, mengikuti pemeriksaan suhu secara teratur, dan memakai masker setiap saat kecuali ketika makan.

Disneyland Hong Kong merupakan Disneyland kedua di seluruh dunia yang memulai kembali layanannya selama pandemi setelah Shanghai membuka pelayanan mereka kembali pada Mei 2020. Sementara Disneyland Tokyo dan Paris dilaporkan akan tetap ditutup, dan Disneyland California sedang merencanakan pembukaan kembali pada Juli 2020.

Setelah Virus Corona COVID-19 pertama kali muncul di China, Hong Kong adalah salah satu tempat pertama yang mencatat kasus infeksi.

Namun, sejak saat itu, pusat keuangan berhasil menghentikan sebagian besar transmisi lokal dengan lebih dari 1.100 infeksi dan empat kematian. Jika terbukti terinfeksi, semua penumpang yang berasal dari luar negeri diperiksa di bandara dan dikarantina oleh pihak berwenang yaitu selama 14-hari setelah kedatangan, demikian seperti dikutip dari AFP, Senin (15/6/2020).

Cara Beroperasi dengan Aman

Akibat penyebaran virus corona, Hong Kong Disneyland ditutup sejak 26 Januari 2020 hingga waktu yang tak dapat ditentukan. (AYAKA MCGILL / AFP)

Sekelompok taman hiburan Jepang juga mengumumkan pedoman tentang cara beroperasi dengan aman di bawah ancaman Virus Corona, termasuk meminta para tamu untuk "menahan diri dari berteriak" di rollercoaster dan wahana lainnya pada Mei.

Selain itu, staf taman, termasuk staf yang berpakaian seperti boneka binatang dan pahlawan super, juga disarankan untuk tidak berjabat tangan atau saling bertepuk tangan dengan pengunjung.

Saat ini, pihak berwenang Hong Kong melarang pertemuan lebih dari delapan orang karena Virus Corona. Larangan itu akan diperpanjang hingga Kamis 18 Juni, yaitu saat Disneyland kembali dibuka.

Seorang ahli penyakit menular terkemuka di kota itu, David Hui, mengatakan kepada radio RTHK, larangan anti-virus dapat lebih longgar karena sebagian besar kegiatan di kota itu dilanjutkan.

Selain itu, pihak berwenang juga menggunakan larangan pertemuan publik sebagai cara untuk menolak izin untuk protes pro-demokrasi yang telah menggelegak lagi dalam beberapa pekan terakhir.

Hong Kong sempat diguncang oleh demonstrasi pro-demokrasi yang besar pada tahun lalu, dan terjadi selama tujuh bulan berturut-turut dan sejak saat itu Beijing berikrar akan memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di pusat bisnis.

Saksikan Video Berikut Ini: