Tutut Soeharto: Saya Rasa Bapak Sedih Lihat Keadaan Kita Seperti Ini

·Bacaan 2 menit

VIVA – Putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut menghadiri acara doa bersama peringatan 100 tahun kelahiran mendiang ayahnya. Tutut bersama lima adiknya menginisiasi syukuran seabad Soeharto di Masjid At-Tin, Jakarta Timur.

Dia menyampaikan syukur terealisasinya acara 100 tahun kelahiran Soeharto. Ia berharap, agar seluruh masyarakat Indonesia bisa meneladani kiprah Soeharto yang sudah dibuat untuk bangsa ini.

"Alhamdulillah, hari ini kita mensyukuri 100 tahun kelahiran Pak Harto, yakni 8 Juni 1921 hingga 8 Juni 2021. Mudah-mudahan kita bisa meneladani kiprah yang sudah beliau buat untuk bangsa ini," kata Tutut di Masjid At Tin, Jakarta Timur, Selasa, 8 Juni 2021.

Menurut dia, Soeharto dan Ibu Tin telah mengabdikan hidupnya untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Maka itu, tepat 8 Juni atau 100 tahun kelahiran Soeharto, keluarga menggelar doa bersama secara online dengan 170 Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila.

"Mereka dari daerah-daerah juga sangat antusias sekali untuk bisa ikut yasinan dan mengirimkan doa untuk almarhum Pak Harto dan Ibu Tin," jelasnya.

Selain itu, ia meminta agar seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama mendoakan Soeharto dan Ibu Tin agar keduanya dapat beristirahat secara tenang dan berbahagia dalam keabadian.

Dia mengatakan, almarhum ayahnya akan sedih dengan kondisi bangsa sekarang. Ia bilang, perjuangan ayahnya selama memimpin RI seperti justru mundur.

"Saya rasa bapak sedih kalau lihat keadaan kita seperti ini. Jadi apa yang sudah beliau bangun selama ini kelihatannya tidak maju, tapi malah agak sedikit mundur. Hutangnya yang dulunya hanya berapa, sekarang sudah ribuan triliun rupiah," ujar Tutut.

Dia menyebut, sebagai ungkapan syukur dalam satu abad kelahiran Soeharto, keluarga besarnya membagikan buku yang berisi informasi tentang perjalanan hidup Soeharto. Buku tersebut dibagikan ke 999 masjid yang telah dibangun Soeharto semasa hidup.

"Dalam kesempatan 100 tahun ini, kita membukukan kisah Pak Harto dan akan dibagikan ke seluruh 999 masjid yang ada. Ini dalam enam jilid buku dan itu sudah kita cetak. Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang apa yang sudah Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila ini buat untuk umat Islam seluruh Indonesia," jelas dia.

Soeharto merupakan Presiden RI ke-2 dengan memimpin selama 32 tahun. Di era Orde Baru itu, Soeharto memiliki program pembangunan di Indonesia melalui rencana pembangunan lima tahun atau repelita.