Twit Tolak Mobil Listrik dan Minta Didemo, Ini Penjelasan Gibran

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menolak menggunakan mobil listrik, sesuai instruksi Presiden. Ia bahkan telah menghapus anggaran pengadaan 3 mobil dinas untuk wali kota, wakil kota dan Ketua DPRD.

Keteguhan hati Gibran untuk tidak menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas menjadi pro kontra. Tak sedikit masyarakat yang pro dengan kebijakan Gibran. Namun ada juga yang kontra dan menganggap Gibran membangkang terhadap instruksi presiden yang tak lain ayahnya sendiri.

Keteguhan sikap Gibran juga dituangkan dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, @gibran_tweet. Gibran menantang netizen untuk mendemo warga yang tidak sependapat dengan sikapnya.

"Mbok aku didemo", cuit Gibran yang diunggah, Rabu (2/11).

Ditemui saat acara di Lodji Hotel, Gibran mengakui telah mengunggah kalimat tersebut. Namun ia meminta masalah tersebut tidak dibesar-besarkan.

"Rasah digagas. Masalah mobil listrik itu kan memang pro dan kontra. Yawis no," katanya.

Gibran pun menjelaskan maksud perkataannya tersebut.

"Ndemo itu maksudnya demo ke saya biar beli mobil listrik. (Dia) pendukung mobil listrik," jelasnya.

Untuk penghapusan anggaran tersebut, Gibran mengaku sudah memanggil Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Solo Budi Martono. Ia menegaskan jika saat ini pengadaan mobil listrik belum menjadi prioritas utama Pemkot Solo.

"Sekali lagi, mobil listrik belum prioritas, mobil ini isih apik (mobil dinas yang sekarang masih bagus)," tandasnya.

Kendati demikian, Gibran mengatakan tetap akan menerima warga masyarakat yang ingin melakukan demo. Ia yakin beberapa akun Twitter yang kontra dan akan melakukan demo merupakan akun palsu.

"Itu akun palsu, rasah digagas. Nggak usah demo ya, nomor WA-ku sudah sampai dimana mana. Mau ngeluh juga sudah sampai saya semua. Demo bikin macet," pungkasnya. [ded]