Twitter akan hapus posting palsu soal vaksin Covid

·Bacaan 1 menit

New York (AFP) - Twitter mengatakan pada Rabu bahwa mereka akan menindak posting palsu soal vaksin Covid-19 mulai peken depan, mengikuti jejak Facebook dan YouTube.

Platform media sosial ini sudah menargetkan postingan yang berisi informasi palsu tentang bagaimana virus menyebar dan keefektifan tindakan kesehatan masyarakat seperti memakai masker.

"Kami akan memprioritaskan penghapusan informasi menyesatkan yang paling berbahaya, dan ... mulai melabeli tweet yang berisi informasi yang berpotensi menyesatkan tentang vaksin," kata Twitter dalam sebuah pernyataan.

"Kami fokus pada mengurangi informasi menyesatkan yang menghadirkan potensi bahaya terbesar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat."

Kebijakan tersebut akan mencakup tindakan terhadap klaim bahwa vaksin itu digunakan dengan sengaja untuk membahayakan atau mengendalikan orang.

Kampanye vaksinasi telah dimulai di beberapa negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat dan Kanada, dan akan dimulai di Uni Eropa setelah lampu hijau dari regulator untuk vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech.

YouTube dan Facebook sebelumnya telah mengumumkan kebijakan ketat untuk menyensor kesalahan informasi vaksin dan upaya untuk mengganggu kampanye vaksinasi.