Twitter Blokir Cuitan Status Anti-Islam Politikus Belanda Geert Wilders

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Twitter memblokir akun politikus sayap kanan Belanda, Geert Wilders setelah menulis status yang menyerang Islam yang ditujukan pada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Pemimpin Partai Kebebasan itu menyampaikan kepada media Belanda, NOS, Twitter menyatakan dirinya melanggar aturan perusahaan media sosial itu terkait perilaku penuh kebencian.

Dikutip dari Al Arabiya, Selasa (26/4), Twitter menghapus cuitan yang dikirim Wilders pada Selasa, saat membalas kecaman PM Sharif atas insiden Islamofobia di Eropa.

Berdasarkan pantauan, tidak ada cuitan yang dikirim akun Wilders sejak Rabu lalu. Twitter belum menanggapi permintaan komentar terkait pemblokiran ini.

Anggota parlemen dari partai Wilders, Harm Beertema mengatakan Twitter membuktikan dirinya sebagai instrumen para elit dengan membungkam pemimpin oposisi Belanda.

Wilders, yang hidup di bawah perlindungan polisi sejak 2004 karena ancaman pembunuhan, kerap melontarkan pernyataan anti Islam. Dia juga menentang migrasi pengungsi ke Belanda. Wilders aktif menggunakan akun Twitternya untuk menyerang Muslim dan pengungsi yang mencari suaka. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel