Twitter hapus operasi pengaruh dukungan Beijing yang mempromosikan pesan virus corona

Oleh Katie Paul

SAN FRANCISCO (Reuters) - Twitter pada Kamis mengatakan telah menghapus lebih dari 170.000 akun terkait operasi pengaruh yang didukung Beijing yang menyebarkan pesan menipu yang menguntungkan pemerintah China, termasuk menyangkut virus corona.

Perusahaan itu menangguhkan sebuah jejaring inti yang terdiri dari 23.750 akun yang sangat aktif, serta jejaring lebih besar berisikan sekitar 150.000 akun "pembesar" yang digunakan untuk mempropagandakan konten dari akun-akun inti.

Twitter, bersama dengan para peneliti yang menganalisis akun-akun ini, mengatakan jejaring itu sebagian besar merupakan ruang gema dari akun-akun palsu tanpa traksi lebih jauh.

Twitter, bersama dengan perusahaan-perusahaan media sosial Amerika lainnya seperti Facebook dan Instagram, diblokir di China.

Perusahaan ini menghapus dua operasi yang didukung negara lebih kecil yang dikaitkan dengan Rusia dan Turki, keduanya fokus kepada audiensi dalam negeri.

Twitter mengatakan jejaring China memiliki tautan ke operasi didukung negara yang tahun lalu sudah dicabut oleh Twitter, Facebook, dan YouTube Google karena mendorong narasi menyesatkan tentang dinamika politik di Hong Kong.

Operasi baru itu juga sangat fokus kepada Hong Kong, tetapi juga mempromosikan pesan tentang pandemi virus corona, Guo Wengui si miliarder China yang mengasingkan diri dan Taiwan, kata para peneliti.

Renee DiResta pada Stanford Internet Observatory mengatakan aktivitas virus corona dari jejaring ini meningkat pada akhir Januari, ketika wabah menyebar ke luar China, dan melonjak pada Maret.

Akun-akun itu memuji tanggapan China terhadap virus corona, sebaliknya memanfaatkan pandemi untuk memburukkan para aktivis Amerika Serikat dan Hong Kong, kata dia.

Peneliti open-source di Graphika dan Bellingcat sebelumnya telah menandai kemunculan kembali apa yang disebut jejaring "Spamouflage Dragon", setelah tidak aktif akibat dihapus perusahaan itu musim panas lalu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Mei lalu bahwa mereka telah menemukan jejaring akun-akun Twitter tidak autentik yang "sangat mungkin" terkait dengan China yang menyebarkan klaim bohong virus corona.

Saat itu Twitter menarik sendiri pernyataannya dengan mengatakan 5.000 akun yang diidentifikasi badan itu termasuk organisasi non-pemerintah dan jurnalis yang sah.

Seorang juru bicara Twitter pada Kamis mengatakan jaringan yang dihilangkannya itu tidak terkait dengan apa yang sudah diidentifikasi oleh Departemen Luar Negeri.

Sepanjang tahun lalu, sejumlah besar diplomat dan misi diplomatik China membuat akun Twitter atau Facebook, dengan sering menggunakannya untuk menyerang pengkritik Beijing di seluruh dunia.

Bulan lalu, Twitter menandai sebuah cuitan yang ditulis pada Maret oleh juru bicara pemerintah China yang menyebutkan militer AS membawa virus corona baru ke China, ketika platform media sosial itu meningkatkan pemeriksaan posting-posting.

Kementerian luar negeri China tidak segera membalas permintaan komentar.


(Laporan Katie Paul dan Pei Li; Disunting oleh Tom Brown dan Stephen Coates)