Twitter Kaji Fitur Rekam Percakapan di Spaces

·Bacaan 2 menit
Twitter Spaces. Dok: Twitter/@TwitterSpaces

Liputan6.com, Jakarta - Twitter saat ini disebut sedang memperluas aspek pengujian layanan terbarunya Spaces.

Seperti diketahui, saat ini pengguna tak dapat menyimpan percakapan yang telah dilakukan di aplikasi Spaces.

Kepala Produk Konsumen Twitter, Kayvon Beykpour, mengatakan bahwa perusahaan sedang mengkaji cara untuk merekam percakapan pengguna di Speaces.

“Jika menurut Anda percakapan itu layak untuk diputar ulang, Anda seharusnya bisa melakukannya. Saya pribadi sedikit lebih optimistis dalam dua hal. Satu, jelas host harus bisa menyimpannya dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Mungkin Anda menjadi host di Space, menyimpannya, lalu ingin mengeditnya,” kata dia dilansir The Verge dari wawancara di podcast Decoder, Rabu (10/3/2021).

Dia menyebut bahwa gagasan merekam dan berbagi klip menjadi lebih rumit ketika peserta ingin berbagi audio tanpa persetujuan eksplisit dari pembawa acara.

"Saya juga berpikir bahwa gagasan membiarkan penonton memilih bagian suara dan membagikannya sebagai klip bisa sangat, sangat kuat," ujar dia menambahkan.

Beykpour menyebut tantangannya terletak pada aspek privasi antar berbagai pihak yang terlibat di dalam percakapan Spaces. Dia memandang, persetujuan berbagai pihak tersebut sangatlah penting sebagai pertimbangan perekaman percakapan di platformnya.

Tersimpan untuk tujuan moderasi

Saat ini, Twitter merekam percakapan dan menyimpannya selama 30 hari, tetapi hanya untuk tujuan moderasi. Host dapat mengunduh data itu selama Twitter memilikinya, serta salinan transkripsi.

Twitter tampaknya tidak ingin menyelaraskan Spaces yang erat dengan ekosistem podcasting, tetapi tim menyadari bahwa orang-orang ingin percakapan mereka dipertahankan dan didistribusikan di luar Twitter itu sendiri.

Clubhouse

Di sisi lain, Clubhouse sebagai pesaing Spaces hanya menyimpan rekaman percakapan saat sebuah ruangan sedang live, jika terjadi pelanggaran aturan, tetapi kemudian menghapus data setelah ruangan tersebut berakhir.

Gagasan bahwa Twitter memungkinkan pengguna merekam secara asli kumpulan Spaces menjadi saluran langsung ke podcasting. Ini juga mengubah energi Spaces dari percakapan yang tidak biasa menjadi percakapan yang mungkin terdengar lebih profesional.

Fungsinya mungkin mirip dengan aplikasi audio yang akan datang dari Mark Cuban dan Falon Fatemi bernama Fireside, yang juga memungkinkan orang merekam percakapan mereka. Aplikasi ini bahkan memasukkan musik ke dalam pertunjukan langsung sehingga rekaman terdengar lebih seperti podcast.

Fireside sendiri pada akhirnya akan memungkinkan orang untuk mendistribusikan rekaman mereka secara native melalui RSS feed.