Twitter Kembali Tandai Cuitan Donald Trump

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Twitter menandai unggahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Selasa (3/11/2020). Cuitan Trump dianggap menyesatkan.

Dalam cuitnya, Trump menyebut bahwa keputusan Mahkamah Agung tentang pemungutan suara di Pennsylvania adalah berbahaya dan berpotensi terjadinya kecurangan.

"The Supreme Court decision on voting in Pennsylvania is a VERY dangerous one. It will allow rampant and unchecked cheating and will undermine our entire systems of laws. It will also induce violence in the streets. Something must be done!," tulis akun Twitter @realDonaldTrump.

Dilansir dari situs newsweek.com pada Selasa (3/11/2020), Twitter menanggapi dengan menandai cuitan Trump dengan narasi sebagai berikut "Sebagian atau semua konten yang disebarkan dalam Tweet ini diperdebatkan dan mungkin memberikan informasi menyesatkan tentang cara berpartisipasi dalam pemilu atau proses kemasyarakatan lainnya".

Twitter juga memberikan tautan beberapa artikel dari media arus utama Amerika Serikat yang menjelaskan mengenai pemungutan suara melalui surat adalah legal dan aman.

Selain itu, Twitter juga memblokir pengguna agar tidak menyukai atau menanggapi unggahan Trump. Twitter mengatakan hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran konten tersebut ke banyak orang.

Cuitan Trump merujuk pada keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang mengizinkan pejabat di Pennsylvania untuk menghitung surat suara yang diterima hingga tiga hari setelah Hari Pemilihan.

Kasus ini mencapai pengadilan tinggi pada Oktober setelah Partai Republik menantang keputusan Mahkamah Agung Pennsylvania yang memperpanjang batas waktu untuk menerima surat suara yang tidak hadir selama tiga hari, hingga 6 November.

Sebelumnya, surat suara harus diterima sebelum jam 8 malam, pada hari pemilihan. Pengadilan tinggi menolak permintaan GOP untuk menahan perintah pengadilan yang lebih rendah untuk memperpanjang tenggat waktu.

Simak video pilihan berikut ini: