Twitter Klaim Alami Lonjakan Pengguna di Tengah Maraknya Hoaks

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Twitter (Foto: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Twitter mengklaim terjadi lonjakan pengguna menjadi 192 juta, meski di tengah kekacauan pemilihan presiden Amerika Serikat dan maraknya hoaks dan disinformasi.

Kepala eksekutif Twitter, Jack Dorsey mengatakan, pihaknya akan tetap fokus mempromosikan percakapan yang lebih sehat bagi pengguna.

"2020 adalah tahun yang luar biasa untuk Twitter," kata Dorsey seperti dilansir dari gadgets.ndtv.com, Kamis (10/2/2021).

"Kami lebih bangga dari sebelumnya untuk melayani percakapan publik, terutama di saat-saat yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," sambung Dorse.

Twitter dan Facebook sebelumnya menangguhkan akun mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal Januari 2021 atas unggahan yang dituduh mendukung kekerasan di Gedung Capitol AS.

Sanksi tegas ini sebelumnya belum pernah diberlakukan. Twitter menganggap Trump telah mengulangi banyak klaim palsu dan hoaks di platformnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: