Twitter Punya Kebijakan Baru untuk Pengguna

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Media sosial Twitter akan kembali membuka program verifikasi mulai tahun depan. Mereka meminta saran ke publik dalam membuat pendekatan barunya ini. Selama dua pekan mereka menerima 22 ribu respons dari netizen.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima VIVA Tekno, Senin, 21 Desember 2020, beberapa kebijakan yang platform perbarui berdasarkan masukan pengguna adalah akun tidak perlu memiliki kriteria profil yang lengkap, yang biasanya tercantum bio pengguna di profil atau foto di bagian header.

Baca: Twitter Bersih-bersih Teori Konspirasi Vaksin COVID-19

Kedua, memperbarui referensi ke Wikipedia, agar lebih selaras dengan standar yang diterbitkan ensiklopedia untuk kelayakan dan kualitas artikel. Ketiga, mengklarifikasi judul pada kategori 'Berita' menjadi 'Berita dan Jurnalis'.

Kemudian, kategori 'Olahraga' untuk dilengkapi menjadi 'Olahraga dan e-Sport'. Mereka juga menambah kategori 'Aktivis, penyelenggara, dan Individu berpengaruh lainnya'.

Keempat adalah soal pengikut. Jumlah pengikut minimum sebuah akun di setiap negara tidak selalu menjadi pendekatan yang tepat. Twitter memperbarui hal tersebut dengan menyesuaikannya berdasarkan kawasan regional.

"Banyak pengguna juga memberi masukan yang menyarankan penambahan kategori untuk akun verifikasi, termasuk akademisi, ilmuwan dan pemimpin agama.

Twitter akan menambahkan kategori spesifik ini untuk kebijakan verifikasi yang baru di tahun depan," demikian keterangan Twitter. Kebijakan ini akan berlaku mulai 20 Januari 2021.

Perusahaan media sosial yang dipimpin Jack Dorsey ini juga akan secara otomatis menghapus lencana terverifikasi dari akun yang sudah tidak aktif dan tidak lengkap.

Kriteria akun lengkap adalah memiliki alamat email atau nomor telepon yang terverifikasi, memiliki gambar profil dan memiliki tampilan nama profil.