Twitter sebut Jumlah Pengguna Naik Setelah Dimiliki Elon Musk

Merdeka.com - Merdeka.com - Pertumbuhan pengguna harian Twitter disebut mencapai "tertinggi sepanjang masa" selama seminggu penuh pertama Elon Musk memiliki platform tersebut. Dilaporkan The Verge, Selasa (8/11), hal itu menurut dokumen perusahaan yang diperoleh pihaknya.

Sejak pengambilalihan Twitter oleh Musk secara dramatis, monetizable daily user (mDAU) atau pertumbuhan pengguna harian yang dapat dimonetisasi Twitter telah meningkat menjadi lebih dari 20 persen, sementara pasar terbesar Twitter yakni AS, tumbuh lebih cepat lagi. Data ini juga didapatkan dari Frequently Asked Questions (FAQ) internal yang digunakan dalam percakapan dengan pengiklan.

Jika angka-angka itu sejalan dengan bagaimana Twitter melaporkan metrik saat dipublikasikan, itu menyiratkan bahwa layanan tersebut belum terlihat adanya eksodus massal di bawah kepemilikan Musk.

Musk pun sempat mencuitkan pada hari Minggu bahwa sejak kesepakatannya untuk membeli Twitter diumumkan, jumlah pengguna telah meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Twitter terakhir melaporkan sebanyak 237,8 juta mDAU dan tingkat pertumbuhan tahunan 16,6 persen untuk kuartal kedua.

Meskipun jumlah pengguna tak berkurang secara massal, namun para pengiklan justru pergi. Dalam tweet lain pada hari Jumat, Musk mengatakan perusahaan telah melihat penurunan besar dalam pendapatan karena kelompok aktivis menekan pengiklan.

Laporan tentang lonjakan tajam tweet rasis dan ujaran kebencian setelah pengambilalihan awalnya menakuti pengiklan, meskipun Twitter telah menjelaskan bahwa itu adalah kampanye trolling yang terkoordinasi. FAQ untuk pengiklan pada hari Senin mengatakan bahwa "tingkat ujaran kebencian tetap dalam norma historis, mewakili 0,25 persen hingga 0,45 persen tweet per hari di antara ratusan juta pengguna.

Sementara itu, hilangnya kepemimpinan Twitter oleh Musk, ditambah dengan pengunduran diri eksekutif periklanan puncaknya, Sarah Personette, telah membuat pengiklan bertanya-tanya kepada siapa mereka harus menyampaikan pengaduan mereka.

FAQ dibagikan di dalam Twitter pada hari Senin oleh Alex Josephson, yang saat ini menjadi Wakil Presiden Twitter Next, tim yang telah membantu merek membuat kampanye di jejaring sosial sejak 2019. Postingannya ke tim penjualan mencatat bahwa 25 persen organisasi dipengaruhi oleh PHK massal Musk pada hari Jumat.

Sayangnya, seorang juru bicara Twitter tidak ingin berkomentar terkait hal ini. [faz]