Twitter Serahkan Kekuasaan kepada Joe Biden

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial Twitter telah menyerahkan akses akun resmi Kepresidenan Amerika Serikat (AS) kepada Joe Biden, di mana sebelumnya dipegang oleh Donald Trump selama empat tahun.

Dikutip dari situs Independent, Kamis, 21 Januari 2021, selain akun @POTUS, Twitter juga mengatur peralihan akun resmi Kepresidenan AS lainnya seperti @WhiteHouse, @VP, @FLOTUS dan @PressSec.

Baca: Joe Biden Batalkan Perintah Eksekutif Donald Trump, Huawei dan Xiaomi?

Bukan itu saja. Tahun ini juga akan ada pembuatan akun Twitter baru bernama @SecondGentleman yang akan dikendalikan oleh Wakil Presiden Kamala Harris atas nama suaminya, Doug Emhoff.

Semua tweet yang diposting oleh Tim Kepresidenan Donald Trump akan ditransfer ke National Archives and Records Administration (NARA). Mereka akan hidup sebagai akun yang sudah berganti nama dan akan dijaga oleh NARA. Artinya, akun, riwayat, dan kiriman mereka akan dapat diakses secara permanen oleh publik.

Proses yang sama juga terjadi di penghujung masa kepemimpinan Presiden Barack Obama pada Januari 2017. Sebenarnya, akun yang dibuat baru hanya berganti nama dari yang sudah ada.

Misalkan saja akun @POTUS adalah akun yang sebelumnya dikenal sebagai @PresElectBiden. Kemudian, @WhiteHouse adalah akun yang sebelumnya dijalankan oleh tim transisi.

Semua tweet dan pengikut mereka akan ditransfer di antara keduanya. Artinya, akun @POTUS tidak mewarisi 33 juta pengikut yang ada di versi akun yang sudah dijalankan oleh Donald Trump dan timnya selama empat tahun. Saat ini pengikutnya baru mencapai 4,2 juta.

Akan tetapi, Twitter mengatakan jika orang-orang yang telah menjadi teman akun Twitter Joe Biden atau Kamala Harris akan menerima peringatan dan petunjuk dalam aplikasi yang akan memberi tahu mereka tentang tweet yang diarsipkan dan menanyakan apakah mereka ingin mengikuti akun pemerintahan AS yang baru.

Proses penyerahan akun Twitter ini terjadi di tengah argumen yang sedang berlangsung mengenai akun Twitter pribadi Donald Trump yang sekarang ditangguhkan, serta keputusan untuk menghapusnya dari platform berlogo burung biru tersebut.