Twitter Uji Coba Fitur Tonton Video YouTube Langsung dari Cuitan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Twitter dikabarkan sedang menguji coba fitur baru yang memungkinkan penggunanya menonton video YouTube langsung dari cuitan. Sebelumnya, jika seseorang mencuitkan tautan video YouTube, itu hanya menampilkan thumbnail dan akan diarahkan ke aplikasi tersebut.

Fitur ini dikatakan masih diuji coba pada perangkat iOS di beberapa negara seperti Kanada, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Jepang.

"Uji coba saat ini di iOS akan menjadi percobaan empat minggu, kami berencana untuk melihat hasilnya dan akan menskalakannya sesuai dengan itu," kata juru bicara Twitter seperti dikutip dari The Verge, Minggu (21/3/2021).

Pada cuitan di akun resmi perusahaan dimuat GIF yang menampilkan cara kerja fitur tersebut. Terlihat satu cuitan memuat video berisikan seorang laki-laki yang memegang smartphone.

Tampilan cuitan tampak sama seperti pengguna lain memuat video, bedanya, ada logo YouTube yang ditempelkan di sisi bawah kiri kotak video.

Sebelumnya, perusahaan juga mengumumkan akan melakukan uji coba mengenai peningkatan fitur bagi pengguna iOS dan Android. Bisa jadi, langkah ini adalah salah satunya.

Twitter Spaces Dirilis April

Twitter Spaces akan dirilis dalam versi publik pada bulan April 2021 mendatang. Perusahaan juga akan memungkinkan siapa saja menjadi host di platform tersebut.

Seperti diketahui, saat ini, Spaces masih dalam tahap uji coba untuk sebagian pengguna. Artinya, jika rencana ini benar-benar akan dilakukan, ini adalah langkah cukup cepat dalam pengembangan platform baru.

“Dapat benar-benar mengonfirmasi bahwa yang dimaksud adalah semua orang di Android dan iOS, bukan hanya penguji beta,” kata juru bicara Twitter, seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat (12/3/2021).

Dengan kata lain, perusahaan membuat Twitter Spaces tersedia dalam beberapa pekan ke depan untuk pengguna publik.

Fitur Baru di Twitter

Sebagai informasi, dalam kurun waktu beberapa bulan saja Twitter telah meluncurkan fitur ruang obrolan audio itu untuk pengujian publik.

Kemudian dengan cepat Twitter melakukan iterasi pada produk untuk mengubah elemen seperti judul dan deskripsi, opsi penjadwalan, dukungan untuk co-host dan moderator, dan daftar tamu.